Beban Bunga Utang Negara Berpeluang Membengkak
Pemerintah Indonesia boleh jadi
beruntung. Sebelum lembaga pemeringkat utang global, Standard &Poor's
(S&P) menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif,
Indonesia merilis obligasi global (global bond) jumbo senilai US$ 4,3 miliar
pada awal April 2020. Beruntungnya peringkat utang Indonesia masih di
level BBB. Sebelumnya, Moody's juga telah mewanti-wanti tekanan di
sektor perbankan. Awal April 2020, Moody's
memangkas outlook perbankan Indonesia dari stabil ke negatif.
Kepada KONTAN, Minggu (19/4), Head of Economics
Research Pefindo Fikri C Permana memperkirakan, penanganan pemerintah
terhadap Covid-19 yang berdampak pada kondisi fiskal, juga akan mempengaruhi
prospek peringkat maupun outlook peringkat Indonesia dari lembaga
lainnya. Ia menambahkan, perubahan outlook ini
diperkirakan membuat imbal hasil (yield) maupun harga obligasi pemerintah
bergerak volatil dalam jangka pendek namun tidak banyak mengubah di jangka
menengah panjang.
Beban keuangan negara tahun ini makin berat lantaran ada tambahan biaya untuk aneka subsidi baru, serta naiknya risiko utang negara. Sejumlah risiko itu antara lain dipicu oleh lonjakan defisit anggaran negara tahun ini dari 1,76% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 5,07% dari PDB. Tambahan defisit ini memperbesar beban bunga utang tahun ini. Pembayaran bunga utang 2020, diperkirakan naik Rp 40 triliun menjadi Rp 335,2 triliun dari proyeksi awal senilai Rp 295,2 triliun.
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023