;

Beban Bunga Utang Negara Berpeluang Membengkak

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 22 Apr 2020 Kontan, 20 April 2020
Beban Bunga Utang Negara Berpeluang Membengkak

Pemerintah Indonesia boleh jadi beruntung. Sebelum lembaga pemeringkat utang global, Standard &Poor's (S&P) menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, Indonesia merilis obligasi global (global bond) jumbo senilai US$ 4,3 miliar pada awal April 2020. Beruntungnya peringkat utang Indonesia masih di level BBB. Sebelumnya, Moody's juga telah mewanti-wanti tekanan di sektor perbankan. Awal April 2020, Moody's memangkas outlook perbankan Indonesia dari stabil ke negatif.

Kepada KONTAN, Minggu (19/4), Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana memperkirakan, penanganan pemerintah terhadap Covid-19 yang berdampak pada kondisi fiskal, juga akan mempengaruhi prospek peringkat maupun outlook peringkat Indonesia dari lembaga lainnya. Ia menambahkan, perubahan outlook ini diperkirakan membuat imbal hasil (yield) maupun harga obligasi pemerintah bergerak volatil dalam jangka pendek namun tidak banyak mengubah di jangka menengah panjang.

Beban keuangan negara tahun ini makin berat lantaran ada tambahan biaya untuk aneka subsidi baru, serta naiknya risiko utang negara. Sejumlah risiko itu antara lain dipicu oleh lonjakan defisit anggaran negara tahun ini dari 1,76% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 5,07% dari PDB. Tambahan defisit ini memperbesar beban bunga utang tahun ini. Pembayaran bunga utang 2020, diperkirakan naik Rp 40 triliun menjadi Rp 335,2 triliun dari proyeksi awal senilai Rp 295,2 triliun.

Tags :
#Utang
Download Aplikasi Labirin :