;

Ekspor Pendorong Kinerja Mayora

Ekonomi Hairul Rizal 08 Mar 2024 Kontan
Ekspor Pendorong Kinerja Mayora

Kinerja Mayora Indah Tbk (MYOR) diproyeksi bakal bertumbuh di tahun ini. Momentum musiman yakni puasa dan Lebaran bakal menciptakan lonjakan konsumsi masyarakat sebesar 20%-30% dari bulan biasa. Sehingga hal ini berimbas terhadap kinerja MYOR. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Putu Chantika Putri mengatakan, sentimen lain yang bisa mendorong kinerja MYOR di tahun ini yaitu harga bahan baku yang mulai stabil di tengah daya beli yang masih terjaga. Sehingga manajemen MYOR menargetkan pertumbuhan pendapatan bisa mencapai 10% di tahun ini. MYOR mengakhiri tahun 2023 dengan kinerja yang kuat di kuartal IV 2023. Ini didorong oleh peningkatan marjin ditambah operating expenditure (opex) di kuartal IV yang lebih rendah terhadap penjualan sebesar 9,2%. Penjualan pada kuartal IV 2023 sebesar Rp 8,6 triliun atau naik 1,8% yoy. Utamanya didorong oleh penjualan ekspor yang tumbuh 7% year on year (yoy). "Sementara penjualan lokal turun 2% yoy yang disebabkan oleh lemahnya daya beli masyarakat. Namun penjualan pada Januari 2024 telah menunjukkan peningkatan, sejalan dengan tren industri," kata Putu, dalam riset Ciptadana Sekuritas Asia, 1 Maret 2024. Pertumbuhan kuat dalam penjualan ekspor didorong oleh peningkatan inventaris untuk Tahun Baru Imlek 2024. Kinerja kuat muncul dari negara-negara Asia Tenggara. Sehingga mengimbangi melemahnya penjualan di Tiongkok dan Vietnam. Berdasarkan segmen, penjualan pengolahan makanan kemasan (termasuk biskuit dan wafer) relatif datar. Sementara penjualan pengolahan minuman kemasan (kopi dan sereal sarapan) tumbuh 10% yoy.

Secara kumulatif, total penjualan di 2023 sesuai ekspektasi sebesar Rp 31,4 triliun atau naik 2,7% yoy. Realisasi tersebut masuk dalam batas bawah kisaran panduan penjualan perusahaan ini tahun 2023 sebesar 3%-5%. Sehingga laba bersih MYOR secara kumulatif di 2023 mencapai Rp 3,2 triliun, naik 64% yoy. Harga komoditas Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi memproyeksi, konsumsi masyarakat bahkan bisa tumbuh 40% dibandingkan pada bulan biasanya pada momen puasa. Tapi harga bahan baku utama MYOR seperti gandum dan gula yang mengalami penurunan karena oversupply, faktor geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen yang akan mempengaruhi kinerja MYOR ke depan. Kemudian, kenaikan harga kopi dan kakao karena kekhawatiran tentang cuaca El Nino juga akan jadi sentimen bagi MYOR. Menurut Reza, program bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dapat mendukung daya beli masyarakat dan berdampak positif pada kinerja MYOR. Reza menilai, target yang ditetapkan oleh manajemen MYOR dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% yoy bisa tercapai mengingat penjualan MYOR pada kuartal keempat 2023 cukup kuat. Selaras dengan hal ini, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menambahkan turunnya harga gandum juga diprediksi dapat menurunkan beban bisnis MYOR di tahun ini. Namun, Azis menyebutkan, saat ini saham MYOR sedang tertekan. MYOR turun sebesar 3,66% dalam sepekan, dan turun 0,84% dalam sebulan terakhir. Sehingga dia menyarnakan para investor untuk wait and see terlebih dulu dan bisa masuk jika ada teknikal rebound. Kami merekomendasikan trading buy untuk saham MYOR dengan target harga Rp 2.460 - Rp 2.480 per saham, dan dengan potensi upside 5%-7% jika ada rebound, ujar Azis, Kamis (7/3). Reza merekomendasikan buy MYOR dengan target harga Rp 3.000 per saham. Putu juga merekomendasikan buy MYOR, dengan target harga 3.300 per saham. nPenjualan MYOR di dalam negeri pada tahun 2023 masih relatif lemah.

Download Aplikasi Labirin :