;

Mahasiswa dari Keluarga Miskin Terancam Putus Kuliah

Mahasiswa dari Keluarga Miskin Terancam Putus Kuliah

Sebagian mahasiswa dari keluarga miskin penerima bantuan pendidikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) terancam putus kuliah. Sebab, mereka dicoret dari daftar penerima dana bantuan seiring berkurangnya anggaran bansos pendidikan tersebut. Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta hanya menganggarkan Rp 180 miliar atau setengah dari anggaran tahun lalu yang mencapai Rp 360 miliar. Pemprov DKI Jakarta mencabut nama sebagian mahasiswa dari keluarga miskin penerima KJMU. Mereka yang tidak lagi menerima KJMU terancam putus kuliah. Bagi warga miskin Jakarta, tingginya biaya pendidikan sedikit teratasi dengan bantuan tersebut.

KJMU merupakan bantuan dana pendidikan bagi mahasiswa Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester sebagaimana diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 91 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2019 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan bagi Mahasiswa dari Keluarga Tidak Mampu. KJMU diberikan Pemprov DKI Jakarta sejak awal September 2016. Program ini digagas Basuki Tjahaja Purnama yang kemudian dilanjutkan Anies Baswedan saat keduanya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sasaran utamanya pelajar DKI Jakarta dari keluarga miskin. Selama ini, mahasiswa asal Jakarta dari keluarga miskin sangat mengandalkan dana bantuan pendidikan seperti KJMU agar dapat melanjutkan pendidikan. Harapan mengubah nasib lewat pendidikan terancam hancur jika namanya dicoret dari daftar penerima.

Hal itu di dirasakan Iema (19), mahasiswa asal Jaktim, yang kuliah di UNS di Surakarta, Jateng. Iema bersyukur dapat melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi berkat KJMU, bantuan dana pendidikan yang diharapkan dapat membantu pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar (KPJ) yang hendak melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Program inilah yang membuat Iema berangan dapat menggapai mimpi sekolah hingga perguruan tinggi. Namun, sejak mendapat pemberitahuan tidak terdaftar di sistem KJMU beberapa hari lalu, ia mendadak khawatir. ”Aku terancam putus kuliah. Buat gaji ayahku yang belum UMR, benar-benar berat. Apalagi UKT (uang kuliah tunggal)-ku lumayan gede, belum biaya kos dan kebutuhan sehari-hari di perantauan,” kata Iema. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :