EKSPANSI MANUFAKTUR : Merealisasikan Investasi di Luar Jawa
Pelaku usaha pelumas diminta untuk lebih berani membangun fasilitas produksinya di luar jawa untuk memenuhi tingginya kebutuhan dan mobilitas kendaraan yang cukup masif di sejumlah wilayah di Tanah Air. Direktur Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan sebagian besar industri pelumas di Indonesia masih terpusat di Jawa. Padahal, saat ini setidaknya sudah ada 52 produsen pelumas dengan kapasitas terpasang 2 juta liter per tahun, dan produksi 1,2 juta liter per tahun.
Dia menjelaskan, masifnya kegiatan investasi di luar Jawa akan berimpak kepada rantai pasok industri dapat dijangkau lebih cepat, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah yang merata. Terlebih, industri pelumas dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang cukup besar. Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, penyerapan tenaga kerja di industri pelumas hingga 2023 mencapai 4.898 orang.
Menangkap peluang tersebut, Shell Indonesia memulai pembangunan pabrik pengolahan pelumas gemuk atau grease manufacturing plant (GMP) pertama di Indonesia. Pabrik itu akan menjadi manufaktur grease terbesar ketiga yang dimiliki Shell secara global. Global Executive Vice President Shell Lubricants Jason Wong mengatakan, pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi hingga 12 juta liter grease per tahun, dan akan memenuhi permintaan produk tersebut di Indonesia.
Manufaktur terbaru Shell Indonesia tersebut akan melengkapi fasilitas pabrik pelumas atau lubricants oil blending plant (LOBP) Shell yang berada di Marunda, Bekasi, Jawa Barat.
Tags :
#Industri ManufakturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023