;

Laba dan Pendapatan ADRO Tertekan

Laba dan Pendapatan ADRO Tertekan
Kinerja keuangan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menyusut. Sepanjang tahun 2023 lalu, pendapatan dan laba bersih emiten tambang batubara ini kompak terkoreksi. ADRO membukukan pendapatan US$ 6,51 miliar sepanjang 2023, turun 20% dari pendapatan di tahun sebelumnya yang mencapai US$ 8,1 miliar. Penyebabnya adalah penurunan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) sebesar 26% sepanjang tahun lalu. Penurunan ASP ini seiring harga batubara yang kembali normal. Untungnya, koreksi harga jual itu masih diimbangi oleh kenaikan 7% pada volume penjualan yang mencapai 65,71 juta ton. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ADRO, Garibaldi Thohir mengatakan, angka ini melampaui target volume penjualan yang ditetapkan perusahaan, yakni 62 juta ton sampai 64 juta ton batubara. Di sisi lain, beban pokok penjualan ADRO naik 15% yoy menjadi US$ 3,98 miliar dari sebelumnya US$ 3,45 miliar. Kenaikan biaya pokok penjualan terutama karena kenaikan biaya royalti kepada pemerintah yang dibayarkan anak usaha ADRO, yakni PT Adaro Indonesia (AI). Lalu, terdapat kenaikan biaya penambangan dan biaya pemrosesan akibat kenaikan volume produksi. Tahun lalu, volume pengupasan lapisan penutup alias overburden (OB) removal ADRO mengalami kenaikan 22% menjadi 286,35 juta bank cubic meter (bcm). Dari sisi produksi, ADRO memproduksi 65,88 juta ton batubara, naik 5% secara tahunan. Sementara itu, royalti kepada pemerintah naik 19% menjadi US$ 1,46 miliar, dengan beban pajak penghasilan turun 73% menjadi US$ 439 juta. Dengan begitu, ADRO membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 1,64 miliar. Jika dibandingkan dengan 2022, laba bersih ADRO turun hingga 34,17% year on year (yoy). Alhasil, laba per saham ADRO juga menyusut menjadi US$ 0,05309 dari sebelumnya US$ 0,0803. Potensi dividenHead of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe mengatakan, penurunan kinerja ADRO sudah diperkirakan sebelumnya seiring dengan melemahnya harga batubara sepanjang tahun lalu. Tahun ini, Kiswoyo memperkirakan penurunan harga batubara masih bisa terjadi namun sudah cukup terbatas.
Tags :
#Umum #Korporasi
Download Aplikasi Labirin :