Petani Berharap Harga Gabah Tak Anjlok Saat Panen Raya
Para petani padi di sejumlah daerah di Tanah Air meminta
pemerintah menjaga harga gabah agar tidak anjlok saat panen raya tahun ini.
Anjloknya harga gabah akan menjatuhkan motivasi sekaligus menekan kesejahteraan
petani. Rokhman (52), petani di Desa Jagapura Wetan, Cirebon, Jabar,
menuturkan, petani di daerahnya kesulitan mendapatkan pasokan air dan pupuk
bersubsidi serta mengatasi serangan hama yang membuat biaya produksi naik.
Akibat masalah tersebut, ongkos tanam padi yang ia keluarkan bertambah dari biasanya
Rp8 juta per hektar menjadi lebih dari Rp 10 juta per hektar. Seperti Rokhman,
Aksan Maulana (52), petani lain di daerah itu, berharap harga gabah tidak
anjlok. ”Harga gabah kalau bisa stabil Rp 7.000- Rp 8.000 per kg. Kalau di
bawah itu, ya, rugi. Sebab, kebanyakan petani masih menyewa lahan,” ujarnya.
Merujuk data kerangka sampel area BPS, luas panen padi berpotensi
meningkat pada Maret dan April 2024. Karena itu, produksi beras diperkirakan
meningkat dan melebihi rata-rata kebutuhan konsumsi domestik yang mencapai 2,5 juta
ton per bulan. Pada Maret, produksi beras diprediksi 3,54 juta ton, sementara
pada April mencapai 4,92 juta ton. Gejala turunnya harga gabah sudah terjadi di
lapangan. Di Demak, Jateng, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani
yang semula Rp 8.500 per kg berangsur turun menjadi Rp 7.200 per kg (Kompas.id,
28/2/2024). Seperti para petani di Cirebon dan Demak, Sahri (70) dan Jama’ali
(55), petani di Desa Banjararum, Desa Banjararum, Malang, Jatim, berharap
pemerintah bisa menjaga stabilitas harga gabah. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023