;

BOSP untuk Makan Siang Gratis Ditolak

04 Mar 2024 Kompas
BOSP untuk Makan
Siang Gratis Ditolak

Wacana penggunaan dana bantuan operasional satuan pendidikan atau BOSP untuk merealisasikan program makan siang gratis gagasan pasangan calon presiden dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menuai penolakan dari guru. Mereka khawatir dana BOSP yang difokuskan untuk program makan siang gratis akan memengaruhi gaji guru dan tenaga kependidikan. Wacana penggunaan dana BOSP untuk membiayai program makansiang gratis tersebut pertama kali dilontarkan Menko Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Airlangga Hartarto, saat simulasi program makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, beberapa hari lalu. Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri menjelaskan, 50 % lebih dana BOSP dari pemerintah pusat selama ini digunakan untuk membayar guru dan tenaga kependidikan.

Jika program makan siang gratis mengambil dana itu, sengkarut masalah kesejahteraan guru makin sulit terselesaikan. ”Ini sama saja dengan memberi makan gratis siswa dengan cara mengambil jatah makan para gurunya,” kata Iman, Minggu (3/3). P2G mendesak pemerintah selanjutnya untuk mematangkan program makan siang gratis tanpa mengutak-atik anggaran pendidikan, termasuk dana BOSP. Terlebih lagi, sebelum ada wacana program makan siang gratis saja, dana BOSP tahun lalu sudah pernah dipotong. Iman mencontohkan, setiap siswa SD berhak atas dana BOSP sebesar Rp 900.000 per tahun atau hanya Rp 2.830 per siswa per hari. Nilai ini dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan siswa yang semakin besar. ”Artinya, untuk sepiring nasi anak sekolah seharga Rp 15.000 saja pemerintah belum bisa memenuhinya. Jadi, tidak bisa diambil dari anggaran BOSP yang sudah jelas-jelas kurang,” tutur Iman. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :