;

Agar ”Live Shopping” Bisa Sukses

Ekonomi Yoga 02 Mar 2024 Kompas
Agar ”Live Shopping” Bisa Sukses

Praktik berjualan melalui siaran langsung yang dipandu pembawa acara atau pemengaruh di platform daring atau live shopping telah menjadi tren di pasar digital. Di balik ramainya kisah sukses live shopping, pelaku UMKM masih banyak yang gagal. Edho Zell, pendiri Social Bread, perusahaan yang menghubungkan kreator konten dan UMKM untuk mengelola online engagement terhadap pelanggan, mengungkapkan pandangan itu saat ditemui di sela-sela peresmian Ruang Kreasi by OCBC di Pasar Modern Intermoda Cisauk, BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/3). ”Kesalahan utama adalah meremehkan live shopping.Pebisnis yang di dalamnya termasuk UMKM, berpikir bahwa live shopping itu mudah karena tinggal pencet tombol. Padahal, live shopping sebenarnya kompleks,” ujar Edho. Ibaratnya semua orang bisa dan jago memasak, tetapi tidak semua masakan bisa dijual begitu saja, kemudian lalu laku keras di pasaran.

Edho, yang juga berprofesi sebagai pemengaruh itu, lantas memberikan setidaknya delapan saran agar live shopping yang dijalankan UMKM dapat optimal. Pertama, UMKM harus membangun dulu pengikut (followers) di media sosial sejak awal membuka bisnis dengan cara rajin membuat konten, agar jumlah followers di atas 1.000 supaya live shopping bisa dimulai, bagi UMKM yang mau menjalankan live shopping secara organik alias tanpa pasang iklan. Kedua, setelah mulai live shopping, pemandu acara dari perwakilan UMKM harus memperhatikan hal-hal teknis yang mendukung suasana berjualan, seperti teknik pencahayaan dan sinyal internet yang kencang. Ketiga, produk yang dijual harus diutamakan muncul di depan dibandingkan pemandu acara. Keempat, utamakan rutin melihat komentar penonton yang muncul di layar. Kelima, pemandu acara harus banyak menyapa penonton, bahkan sejak memulai siaran. Jika ada penonton baru bergabung, pemandu acara sebaiknya menyapa mereka.

Keenam, menjelaskan produk, dimulai dari bahan baku ataupun kandungan dalam produk. Ketujuh, menambahkan pemaparan manfaat produk. Terakhir, pemandu acara harus tahan berbicara dalam waktu lama. Sebab, platform media sosial, seperti Tiktok, akan memberi peringatan jika pemandu acara tengah jeda bicara dan ini berpengaruh pada reputasi jenama yang bersangkutan. Oleh karena itu, penting untuk memilih pemandu acara yang jago cuap-cuap marketing di depan layar. ”Minimal dua jam durasi live shopping dilakukan setiap harinya untuk membangun kehadiran jenama secara daring,” kata Edho, apalagi kini platform lokapasar menyediakan pula fasilitas live shopping bagi UMKM. Bagi UMKM yang sudah matang, fasilitas itu cocok karena dipastikan mendatangkan pembeli yang benar-benar mau membeli. Sementara bagi UMKM baru, platform media sosial, terutama Tiktok, dapat dipakai secara optimal untuk menggaet calon pelanggan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :