Pabrik di Bontang Diharapkan Dapat Tekan Impor Amonium Nitrat
Presiden Jokowi mengungkapkan kegembiraannya saat meresmikan
pabrik amonium nitrat di Bontang, Kaltim. Pabrik tersebut diharapkan berperan penting
untuk mendukung kemandirian Indonesia dalam menyediakan bahan baku industri
pupuk ataupun industri pertahanan. ”Saya senang pabrik ini selesai, nanti bisa
menambah bahan baku pembuatan pupuk di Tanah Air, utamanya NPK (pupuk yang
mengandung unsur utama nitrogen, fosfor, dan kalium),” kata Presiden Jokowi saat
memberikan sambutan pada peresmian PT Kaltim Amonium Nitrat di Kota Bontang,
Kamis (29/2). Peresmian itu ditandai dengan penekanan sirene. Kehadiran pabrik
ini, menurut Presiden Jokowi, sangat penting karena akan menentukan kemandirian
Indonesia dalam penyediaan pupuk dan keberlanjutan produksi pangan.
Sebab, saat krisis pangan, semua negara mengerem ekspor bahan
pangan, seperti gandum dan beras. ”Artinya, pangan ke depan menjadi sangat
penting bagi semua negara. Dan, produktivitas pangan kita memerlukan pupuk,”
ujar Presiden Jokowi. Masalahnya, beberapa bahan baku pupuk masih diimpor. Indonesia,
menurut Menteri BUMN Erick Thohir dalam laporannya, memerlukan amonium nitrat 560.000
ton per tahun. Sejauh ini, baru 79 % atau 300.000 ton yang dapat dipenuhi oleh
pabrik-pabrik amonium nitrat dalam negeri. Sisanya 21 % amonium nitrat masih
dipenuhi dari impor. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023