;

Semua Beban Hidup Bakal Menumpuk Mulai Maret

Semua Beban Hidup Bakal Menumpuk Mulai Maret

Selepas pemilihan umum, masyarakat kembali dihadapkan pada realita. Bulan depan, harga sejumlah barang dan tarif jasa bakal naik mengikuti lonjakan harga beras. Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi hingga tarif di 13 ruas jalan tol, berpeluang naik secara bertahap mulai Maret 2024. Ihwal kenaikan harga BBM seri Pertamax, misalnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif sudah memberi sinyal tersebut. Kenaikan harga BBM non-subsidi, kata Arifin, sebagai imbas dari tren kenaikan harga minyak dunia, yang merupakan salah satu komponen pembentuk harga BBM. Sebulan terakhir harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent naik masing-masing 2% menjadi US$ 76 dan US$ 82 per barel. "Itu pasti mempengaruhi biaya produksi, kalau BBM subsidi kita tahan, sementara BBM nonsubsidi tergantung daya tahan pada badan usaha," kata Arifin, pekan lalu. Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyatakan, saat ini pihaknya masih mempertimbangkan faktor Mean of Plats Singapore (MOPS) beserta fluktuasi harga minyak mentah dan kurs. "Masih kami review," ujar Irto kepada KONTAN, Minggu (25/2), saat ditanya rencana menaikkan harga BBM nonsubsidi. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, jika harga energi, pangan dan transportasi naik bersamaan, daya beli masyarakat kelas bawah dan hampir miskin bakal tergerus. "Yang sulit dikendalikan adalah inflasi jika beberapa kebutuhan itu naik bersamaan," kata dia, kemarin. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, apabila kenaikan harga tersebut dilakukan pada waktu bersamaan, maka kenaikan laju inflasi diprediksi lebih besar dibandingkan bulan atau tahun sebelumnya. Hal ini tecermin dari kuartal IV-2022 ketika pemerintah menaikkan harga BBM imbas dari kenaikan harga minyak dunia. Kala itu, inflasi naik hingga 5,95% secara tahunan (yoy). Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi dan tarif jalan tol kemungkinan besar akan menahan konsumsi rumah tangga kelas menengah.

Download Aplikasi Labirin :