;

Muhammad Redho, Komitmen Perajin Sasirangan

Ekonomi Yoga 26 Feb 2024 Kompas (H)
Muhammad Redho, Komitmen Perajin Sasirangan

Muhammad Redho (62) konsisten mengembangkan wastra sasirangan dengan pewarna alami. Tumbuhan untuk bahan pewarna alami kain khas suku Banjar itu juga ia budidayakan. Satu demi satu perajin sasirangan mengikuti jejaknya. Aneka tanaman menghijaukan Kampung Biru di tepian Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalsel, Kamis (22/2). Redho menghijaukan lingkungan sekitar Pojok Kreatif Wisata Kampung Biru di Kelurahan Melayu, sejak dipercaya sebagai Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Biru pada 2018. Di Kampung Biru semua rumah bercat biru. ”Semua tanaman yang ada di sini adalah bahan pewarna alami kain sasirangan,” katanya. Sasirangan berasal dari kata menyirang yang berarti ’menjelujur’ atau menjahit jarang-jarang.

Prosesnya dimulai dari pembuatan motif pada kain, dijelujur, diikat dengan tali, dan dicelupkan ke pewarna. Setelah itu, ikatan dan jahitan dilepas, dicuci, lalu dikeringkan.”Di Kampung Biru, pengunjung bisa belajar membuat kain sasirangan pewarna alami dan belajar berkebun tanaman yang menghasilkan pewarna alami,” kata Redho. Sejak 2009, ia konsisten memproduksi dan menjual kain sasirangan berpewarna alami dengan jenama Assalam Sasirangan. Berbekal ilmu dari pelatihan batik di Pulau Jawa oleh mentor dari Yogyakarta, ia berupaya mengembangkan sasirangan berpewarna alami yang saat itu pangsa pasarnya kurang menjanjikan. Waktu itu harga kain sasirangan berpewarna alami minimal Rp 150.000 per potong, sedangkan sasirangan berpewarna sintetis seharga Rp 100.000 per potong.

Dengan harga lebih murah dan warna lebih cerah, permintaan pasar lokal untuk kain sasirangan berpewarna sintetis lebih besar. Bekerja sama dengan Museum Lambung Mangkurat, Redho mendapat kesempatan mengikuti pameran dan peragaan busana sasirangan berpewarna alami di Museum Serawak, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 2011. Setelah itu, ia langsung memproduksi sasirangan berpewarna alami dalam jumlah banyak untuk seragam para guru SMA Negeri 2 Banjarmasin. Lambatlaun, pesanan hampir tak pernah putus. ”Saya pernah dapat order 300 lembar sasirangan warna alam dan mengerjakannya dalam waktu tiga bulan.” Redho rutin menjadi narasumber pelatihan sasirangan berpewarna alami di lingkungan Dinas P&K Kalsel dan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Ia juga beberapa kali diminta menjadi instruktur pelatihan sasirangan berpewarna alam di sejumlah kabupaten atau kota. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :