MUSIM PANEN EMITEN KONSUMER
Kinerja emiten konsumer pada kuartal I/2024 diproyeksi bakal tetap cemerlang seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Para analis menyatakan bahwa momentum Ramadan dan Lebaran menjadi ladang rezeki bagi emiten konsumer. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Aziz Setyo Wibowo mengatakan bahwa konsumsi rumah tangga bakal meningkat pada Maret hingga April, bertepatan dengan momentum Ramadan dan Lebaran. Indeks keyakinan konsumen–yang merekam optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi—turut menunjukkan tren kenaikan. Bank Indonesia (BI) mencatat indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Januari mencapai 125, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 123,8. Kenaikan ini mencerminkan optimisme konsumen yang didorong dengan peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada saat ini maupun ekspektasi terhadap ekonomi ke depan.
Di sisi lain, Abdul Aziz mengingatkan emiten konsumer untuk mengantisipasi penurunan penjualan karena melemahnya daya beli masyarakat yang dipicu inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi harga barang bergejolak pada Januari 2024 mencapai 7,2% year-on-year (YoY), lebih tinggi dari inflasi volatile food bulan sebelumnya sebesar 6,73% YoY. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Cindy Alicia Ramadhania menuturkan emiten konsumer bakal menuai berkah pada musim tersebut karena konsumsi masyarakat lebih tinggi dari hari-hari biasa. Seiring dengan prospek tersebut, NH Korindo menyematkan rekomendasi beli untuk saham MYOR dengan target harga Rp3.200. Adapun, saham ICBP meraih rekomendasi beli dengan target Rp13.600, dan saham MAPI menyandang status overweight dengan target Rp3.200 Sementara itu, sejumlah emiten konsumer tengah bersiap untuk menyambut berkah kenaikan pemintaan masyarakat. Dian Astrina, Head of Corporate Communications and External Relations Garudafood, menuturkan bahwa persiapan menyambut bulan puasa telah dilakukan perseroan sejak awal tahun ini dengan meningkatkan kapasitas produksi 10% dari periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turut meraih peluang pada momentum Ramadan dan Lebaran dengan menjaga denyut pertumbuhan bisnis melalui belanja modal atau capital expenditure (capex) di kisaran 2,4-2,5% dari total pendapatan 2023. Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menjelaskan sepanjang tahun lalu, Unilever mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp38,6 triliun. Dengan demikian, belanja modal tahun ini akan berkisar Rp926,67 miliar-Rp965,28 miliar. Momentum Ramadan disambut antusias oleh peritel Sogo Indonesia yang mengincar pertumbuhan penjualan 10% YoY pada Ramadan dan Idulfitri pada 2024. Direktur Sogo Indonesia Handaka Santosa mengatakan perusahaan mengharapkan kenaikan penjualan dua kali lipat dari penjualan normal bulanan. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Abyan Habib Yuntoharjo melihat inflasi menjadi tantangan yang perlu diperhatikan oleh emiten konsumer.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023