Alasan Pemerintah ”Kebelet” Gabung Klub Negara-negara Maju
Pemerintah lewat Kemenko Bidang Perekonomian mengklaim bahwa
Indonesia tinggal selangkah lagi bergabung menjadi anggota Organisasi untuk
Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD. Klaim ini muncul berlandaskan
fakta bahwa pada Rabu (21/2) Dewan OECD telah memutuskan untuk membuka diskusi
aksesi dengan Indonesia. Pemerintah tampak begitu ”kebelet” untuk menjadi anggota
klub negara-negara maju dunia ini. Pada Juli 2023, arahan untuk menjadi anggota
OECD datang dari Presiden Jokowi. Pada Agustus, Presiden bertemu Sekjen OECD
Mathias Cormann di Jakarta. Lalu, pada September 2023, dilakukan pertemuan
Dewan OECD, sebagai badan pengambil keputusan tertinggi di organisasi, untuk
membahas rencana Indonesia.
Intensi untuk bergabung dengan keanggotaan OECD juga tertuang
dalam surat Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Sekjen ECD
Mathias Cormann sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi. Dewan OECD telah membuka
diskusi aksesi dengan Indonesia, mengikuti penilaian oleh anggota OECD
berdasarkan Evidence-based Framework for the Consideration of Prospective
Members. Keputusan ini menjadi kelanjutan dari peningkatan keterlibatan dan kerja
sama Indonesia sebagai salah satu negara mitra utama OECD sejak 2007.
Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies
(CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, Dewan OECD akan mengeluarkan Peta Jalan
Aksesi berisi hal-hal yang harus diperbaiki Indonesia agar sesuai dengan
standar OECD. Indonesia baru resmi diterima menjadi anggota OECD hanya saat
Peta Jalan Aksesi ini benar-benar telah terimplementasi. ”Diperlukan reformasi
besar untuk menyelaraskan UU, kebijakan, dan praktik yang sesuai dengan standar
OECD, termasuk sistem perdagangan, finansial, pajak, ketenagakerjaan, peradilan,
hingga tata kelola BUMN,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (23/2). Dimana Kolombia,
butuh waktu 7 tahun untuk menjadi anggota OECD. Jika disetujui menjadi anggota
OECD, Indonesia akan menjadi negara Asia Tenggara pertama dan negara Asia ketiga
yang bergabung dengan organisasi yang sering disebut sebagai ”klub negara maju”
itu. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023