Dunia Kembali di Ambang Resesi
Tidak ada bulan madu bagi calon presiden dan wakil presiden pemenang Pemilu 2024. Memburuknya kondisi ekonomi sejumlah negara maju, bakal menmenjadi batu sandungan pemulihan ekonomi global. Bahkan kini dunia di ambang resesi lagi. Dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia bahkan kini sudah masuk jurang resesi. Salah satunya Jepang, dengan mencatatkan penurunan produk domestik bruto (PDB) periode Oktober -Desember 2023 sebesar 0,4% secara tahunan. Sementara pada kuartal sebelumnya, ekonomi Jepang turun 3,3%. Bank of Japan menyebutkan, perekonomian negara tersebut melemah akibat perlambatan belanja dunia usaha. Sementara sektor ritel bergulat dengan inflasi yang kini berada di level tertinggi dalam empat dekade terakhir. Jepang juga dihadapkan pada melemahnya yen dan kenaikan harga pangan. Hal ini membuat Jepang turun peringkat dan kini di posisi keempat sebagai ekonomi terbesar dunia setelah Jerman. Di Eropa, kondisi buruk juga dialami Inggris. Ekonomi Inggris berkontraksi sebesar 0,3% dalam tiga bulan hingga Desember, setelah sebelumnya turun 0,1% pada periode Juli-September 2023. Data ini memperlihatkan, Inggris sebagai bagian dari negara maju kelompok tujuh (G7) mengalami resesi. Bagi Indonesia, efek pelemahan ekonomi Jepang misalnya, berdampak besar. Masalah ini juga menjadi tantangan bagi pemerintahan baru. Ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira berpendapat, komoditas ekspor Indonesia ke Jepang yang terdampak di antaranya, batubara dengan nilai ekspor US$ 8,8 miliar. Tidak hanya itu, masih ada ekspor komponen elektronik ke Jepangsebesar US$ 1,5 miliar. Termasuk eksor nikel senilai US$ 1,2 miliar. Kondisi ini makin parah karena penyebab utama pelemahan ekonomi ini adalah China. Meski belum masuk jalur resesi, China diperkirakan akan mengikut Jepang. Berdasarkan konsesus analis di kuartal I-2024, China akan kontraksi ke 0,9% dari kuartal sebelumnya yang berada di posisi 1%. Cara lain, menurut Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P. Sasmita, Indonesia bisa mencari pasar baru seperti di kawasan Timur Tengah, India, Afrika, dan Amerika Latin.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023