;

Singapura Wajibkan Pesawat Gunakan SAF

Ekonomi Yoga 20 Feb 2024 Kompas
Singapura Wajibkan
Pesawat Gunakan SAF

Menteri Transportasi Singapura Chee Hong Tat mengumumkan kebijakan penerbangan baru pada Senin (19/2). Dimana pada 2026, kadar bahan bakar berkelanjutan (SAF) pada bahan bakar pesawat dari Singapura minimum 1 %. Pada 2030, kadarnya dinaikkan menjadi sekurangnya 5 %. Singapura menyusul Perancis yang lebih dulu mengumumkan kewajiban penggunaan SAF. Pada 2025, semua pesawat dari Perancis harus menggunakan bahan bakar dengan kadar SAF minimum 2 %. Pada 2030, kadarnya menjadi 5 %. Menurut Chee, SAF, antara lain, terdiri dari biomassa dan sampah. Harganya lima kali lebih mahal dibanding harga BBM pesawat saat ini. Penumpang akan menanggung dampak kenaikan biaya tersebut. Bentuknya berupa ke naikan harga tiket pesawat.

Otoritas penerbangan Singapura masih menghitung mekanisme kenaikan itu. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menargetkan industri penerbangan global mencapai karbon netral pada 2050. Kini, hingga 3 % emisi karbon global dihasilkan dari penerbangan. Asosiasi Angkutan Udara Internasional (IATA) menaksir penggunaan SAF harus dipacu menjadi 65 % pada 2050. Jika tidak, target karbon netral industri penerbangan sulit tercapai. Dirjen IATA Willie Walsh mengatakan, butuh 3,2 triliun USD untuk mewujudkan rencana itu. ”Ada biaya terkait transisi menuju karbon netral. Pada akhirnya, biaya itu akan tecermin pada harga tiket yang kami bebankan ke konsumen,” ujarnya. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :