Stabilitas Kurs Jadi Prioritas Utama
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan stabilisasi nilai tukar rupiah menjadi pertimbangan Utama Bank Indonesia dalam memutuskan untuk menahan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 4,50 persen, meski memiliki ruang untuk menurunkannya dalam rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan ini. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah kemarin ditutup menguat 118 poin ke level 15.722 per dolar Amerika Serikat.Pandemi yang kian meluas ke seluruh dunia, kata dia, menyebabkan peningkatan risiko resesi perekonomian global pada 2020. Risiko resesi ekonomi dunia diperkirakan akan terjadi pada triwulan II dan III, dan baru mulai membaik pada triwulan IV.
Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, mengatakan tingkat suku bunga acuan di level saat ini memang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. "Karena dapat membatasi capital flight dari pasar keuangan domestik," kata dia. Ia menambahkan, tingkat kepercayaan investor terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 juga turut berpengaruh. Salah satunya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan sejumlah daerah, khususnya DKI Jakarta. "Dengan adanya pengetatan ini, investor cenderung berpandangan bahwa pemerintah Indonesia serius dalam menangani dampak wabah, demi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang lebih solid."
Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mendukung langkah bank sentral yang terpantau cukup agresif melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi. "Intervensi yang cukup ketat dan ekstra-waspada mampu membawa mata uang kembali menguat walaupun tipis," ujar dia.
Tags :
#KursPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023