Saham-saham Bank Catat Rekor
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih melanjutkan
kenaikan seusai pemungutan suara 14 Februari 2024. Emiten keuangan menjadi
salah satu sektor yang menunjukkan penguatan harga saham. Namun, situasi ini
patut diwaspadai karena investor domestik rawan melakukan aksi jual saham. IHSG
kembali menguat pada perdagangan Jumat (16/2) ditutup di posisi 7.335 atau naik
0,44 % dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya di posisi 7.303. Tren
kenaikan berlanjut meskipun tidak setinggi kenaikan pada Kamis (15/2) ketika
IHSG sempat meroket ke posisi 7.322 atau naik 1,57 % dibandingkan perdagangan
sehari sebelum libur pemilu, Selasa (13/2). Emiten keuangan menjadi salah satu
sektor penopang penguatan tersebut dua hari terakhir.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyentuh harga saham
tertinggi (all time high/ATH) Rp 10.000 pada hari ini, saham PT Bank Negara Indonesia
Persero Tbk (BBNI) juga menyentuh harga ATH setidaknya dalam lima tahun
terakhir hingga Rp 6.000. Dari perbankan swasta, ada Bank CIMB Niaga Tbk yang
juga mencapai harga ATH Rp 2.020. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana,
mengatakan, saham emiten dalam indeks IDX Financial secara teknikal masih
berada pada fase tren kenaikan harga. ”Secara sentimen, kami memperkirakan
menguatnya emiten perbankan dipengaruhi oleh rilis kinerja tahunan pada 2023
yang baik dan adanya rencana pembagian dividen,” ucapnya kepada Kompas. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023