Ekonomi Masih Dibayangi Ketidakpastian Politik
Kendati pemilihan umum sudah berakhir, iklim investasi sepanjang
semester I tahun 2024 ini diperkirakan masih lesu. Investor masih bersikap wait
and see, menunggu hasil akhir penghi-tungan suara serta adanya potensi
sanggahan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi. Ekonomi global yang masih tak
tentu ikut pula menambah ketidakpastian. Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang
Kompas per Jumat (16/2) pukul 13.08, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
unggul dengan perolehan suara 58,45 %, disusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
di 25,23 % dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebesar 16,32 %. Data sampel yang masuk
sudah 99,7 %. Sementara, berdasarkan hasil hitung akhir (real count) oleh KPU,
per Jumat pukul 14.00 WIB, Prabowo-Gibran memperoleh suara 57 %, Anies-Muhaimin
24,98 %, dan Ganjar-Mahfud 18,03 %.
Data sampel yang masuk sudah 54,91 % dari total 823.236 tempat
pemungutan suara (TPS). Meski demikian, ketidakpastian masih menyelimuti seusai
ditemukannya kesalahan penghitungan suara di sejumlah TPS. Ada perbedaan jumlah
suara antara formulir C Hasil Plano dan angka yang terbaca di Sistem Informasi
Rekapitulasi (Sirekap). Menyusul temuan itu, legitimasi pemilu mulai dipertanyakan.
Dua kandidat pasangan calon lain pun berencana menggugat hasil pemilu ke MK dan
Bawaslu. Melihat situasi politik terkini yang belum stabil itu, Kepala Ekonom
Bank Permata Josua Pardede menilai, arus investasi riil pada awal tahun 2024
kemungkinan besar belum akan kembali pulih seperti semula, khususnya dari investor
asing.
”Investor asing masih akan wait and see sesuai dengan
karakteristik mereka yang cenderung sangat melihat regulasi. Mereka akan
memilih melihat hasil resmi, yakni hasil real count KPU, dan apakah ada sanggahan
terhadap hasil pemilu di MK,” kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Stabilitas
politik di dalam negeri dinilai belum cukup aman untuk menarik investor sepanjang
semester I-2024. Hal itu akan berdampak pada arah pertumbuhan ekonomi di awal
tahun ini mengingat investasi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi RI setelah
konsumsi rumah tangga. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023