;

Ekspansi Saat Pandemi

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2020 Kompas, 14 April 2020
Ekspansi Saat Pandemi

Perekonomian terpukul pandemi Covid 19. Namun, masih ada pelaku usaha, khususnya segmen industri kecil menengah, yang bertahan, bahkan berekspansi ke pasar ekspor. Industri kecil menengah (IKM) yang menggeliat di tengah kondisi pandemi Covid-19 antara lain bergerak di sektor tekstil dan produk tekstil, interior rumah dan furniture, serta produk olahan pangan. Produk yang diekspor antara lain keripik, rendang siap saji, bumbu masak instan, pakaian batik, dan mebel

Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono, Senin (13/4/2020), di Jakarta, menyampaikan, dari sisi per mintaan barang dan kemampuan suplai produk, IKM yang bermain di pasar dalam negeri mampu menggenjot ekspor. Selama ini, penjualan ke luar negeri lewat jalur perseorangan dengan jumlah terbatas sehingga perlu didukung pemerintah untuk memanfaatkan percepatan momentum dan tren positif yang muncul, saat ini pengiriman dianggap masih terlalu mahal dan prosesnya masih rumit seperti perizinan serta tata niaga ekspor

Menteri Keuangan periode 2013 - 2014 M Chatib Basri menyampaikan, pandemi Covid-19 menyebabkan tiga guncangan sekaligus pada permintaan, penawaran, dan kepercayaan pasar, hal ini berbeda dengan krisis sebelumnya, respons ke kebijakan tidak bisa lagi dengan cara-cara konvensional. Jika pemerintah tidak bertindak cepat dan tepat, situasi ini akan memukul dunia usaha. Ia menambahkan, risiko kredit macet dalam 3-6 bulan mendatang akan meningkat karena daya beli melemah dan likuiditas mengetat. terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akibatnya, kinerja ekspor akan menurun dan angka pengangguran meningkat.

Kepala Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menyebutkan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membantu dunia usaha. Sebagaimana disebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa Anggaran Rp 150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional sudah disiapkan untuk pelaku usaha di sektor riil dan keuangan. Namun Enrico menyayangkan hingga kini sasaran dan skema program masih belum jelas. Menurut Enrico, ada tiga kelompok sektor utama yang berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan bersifat padat karya yang harus menjadi fokus pemerintah, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; penambangan dan penggalian; serta manufaktur.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam siaran pers menyebutkan Indeks Manufaktur Cepat (Prompt Manufacturing Index/PMI) yang diterbitkan Bank Indonesia, Senin, memperlihatkan kinerja sektor industri pengolahan atau manufaktur pada triwulan 1-2020 turun dibandingkan dengan tri wulan IV-2019. Indeks ini menjadi indikator gambaran umum kondisi sektor manufaktur terkini serta perkiraan pada triwulan mendatang.

Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :