;

Tenor KPR Subsidi Akan Diperpendek Jadi 10 Tahun

Ekonomi Yoga 16 Feb 2024 Kompas
Tenor KPR Subsidi Akan
Diperpendek Jadi 10 Tahun

Pemerintah sedang mengkaji pengurangan tenor atau jangka waktu kredit pemilikan rumah atau KPR bersubsidi. Pengurangan tenor subsidi KPR dari 20 tahun menjadi 10 tahun diharapkan mendorong perguliran dana lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Haryo Bekti Martoyoedo mengatakan, jangka waktu KPR bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menurut rencana diperpendek menjadi 10 tahun. Skema baru itu masih dalam pembahasan dan diharapkan dapat diterapkan mulai tahun 2025. ”Masih di simulasi, perkiraan (tenor subsidi KPR) di angka 10 tahun. Kami berharap (kebijakan itu) bisa diimplementasikan mulai tahun depan,” kata Haryo saat dihubungi, Kamis (15/2).

KPR-FLPP saat ini memiliki suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 5 % per tahun dengan jangka waktu atau tenor hingga 20 tahun. Kuota penyaluran KPR-FLPP pada tahun 2024 mencapai 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04 triliun. Menurut Haryo, dengan skema baru itu nantinya KPR-FLPP bisa tetap berjangka waktu 20 tahun. Namun, subsidi KPR hanya berlaku untuk masa 10 tahun dan setelahnya tingkat suku bunga akan ditinjau kembali. Jika nasabah sudah mampu, dikenai suku bunga KPR mengambang (floating rate). Penyaluran kuota FLPP pada tahun 2024 ditargetkan sejumlah 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04 triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi penyaluran FLPP tahun 2023, yakni 229.000 unit. Untuk tahun 2024, batasan maksimum harga jual rumah tapak bersubsidi yang bebas PPN dipatok menjadi Rp 166 juta-Rp 240 juta per unit menurut zonasi. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :