;

Euforia Pemilu Berefek Sesaat

Euforia Pemilu
Berefek Sesaat

Hasil hitung cepat pemilihan presiden dan wakil presiden menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/2). Akan tetapi, sentimen ini diperkirakan hanya berdampak sesaat. Fundamen perekonomian masih menjadi penentu. IHSG hari Kamis ditutup di level 7.303,28 poin, tumbuh 1,3 % disbanding penutupan perdagangan Selasa (13/2), sebelum libur pemilu. Namun, posisi itu melorot dari indeks di pembukaan perdagangan yang sempat melonjak hingga 7.365,68 poin. Analis pasar Head of Research Mirae Asset, Robertus Hardy, mengatakan, penurunan ini mengindikasikan investor segera melakukan aksi ambil untung daripada membeli atau menahan sahamnya. Robertus berpandangan, pemilu yang berlangsung pada Rabu (14/2) hanya merupakan sentimen jangka pendek bagi IHSG yang menjadi indikator kinerja pasar saham.  

”Kalau dilihat, kenaikan indeks saham hari ini (Kamis) tidak setinggi yang diharapkan,” katanya. Ia membaca, kenaikan IHSG hanya terjadi sesaat karena reli tidak berlanjut pada hari yang sama. Ini terlihat dari nilai IHSG pada saat penutupan yang lebih rendah daripada di awal pembukaan perdagangan. ”Kalau kenaikan harganya cukup kuat, biasanya ditandai dengan kenaikan level penutupan yang lebih tinggi dari saat pembukaan,” ujar Robertus. Sentimen positif pemilu ini ditopang oleh hasil hitung cepat berbagai survei yang menunjukkan indikasi keunggulan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang mendapat dukungan lebih dari 50 % suara berdasarkan hasil hitung cepat, mengungguli dua pasangan calon lain. Robertus mengingatkan, investor perlu mempertimbangkan potensi perlawanan. Ditambah keprihatinan banyak kalangan akan pelanggaran etika yang dianggap menyebabkan kemenangan pasangan calon tertentu. Jika ini berkembang pascapemilu sampai timbul kekacauan publik, IHSG bisa anjlok. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :