Jerman Kini Jadi Negara Ekonomi Terkuat Ketiga
Sama-sama terpangkas pertumbuhannya, perekonomian Jepang
lebih buruk daripada Jerman. Dampaknya, Jepang yang menyerap 10 % ekspor
Indonesia itu kini disingkirkan Jerman dari tiga besar negara terkaya. Kabinet
Jepang pada Kamis (15/2) mengungkap, total PDB Jepang 2023 bernilai 4,21
triliun USD. Adapun PDB Jerman tercatat 4,46 triliun USD. Karena itu, Jerman
kini menjadi negara terkaya ketiga setelah AS dan China. PDB Jepang susut dua
triwulan berturut-turut sepanjang 2023, turun 3,3 % pada triwulan III-2023 dan
0,4 % pada triwulan IV-2023. Secara teknis, Jepang bisa disebut dalam resesi. Menurut
Dana Moneter Internasional (IMF), PDB Jerman terpangkas 0,9 % pada 2023.
Mengacu data IMF, PDB Jepang pada 2012 bernilai 6,2 triliun USD.
Sementara pada 2023, hanya 4,2 triliun USD. Dengan kata lain, PDB Jepang hilang
2 triliun USD dalam satu dekade terakhir. Menurut kantor berita Kyodo,
pelemahan nilai tukar yen terhadap dollar AS berkontribusi pada penurunan nilai
PDB Jepang tahun 2023. Pada 2012, setiap USD setara 79,82 yen. Tahun lalu, kurs
rata-rata USD terhadap yen mencapai 140,5. Dengan demikian, dalam satu dekade
terakhir, kurs yen terhadap USD melemah 100 %.
Sejatinya, kondisi ekonomi Jerman juga tak berada dalam
kondisi yang baik. Nilai PDB Jerman mengalami kontraksi 0,3 % pada tahun 2023
seiring tingginya angka inflasi sepanjang tahun lalu yang disebabkan harga energi
yang tinggi dan lemahnya permintaan dari luar negeri. Tak hanya itu, krisis
anggaran yang mendorong penghilangan subsidi besar-besaran untuk sejumlah
sektor juga mendorong memburuknya situasi perekonomian Jerman. Situasi ini, menurut
Presiden Institut Riset Ekonomi Ifo, Clemens Fuest, sudah bisa dimasukkan dalam
kategori resesi ekonomi. Kepala Staf Pemerintah Jerman Wolfgang Schmidt, Selasa
(13/2) mengatakan ”Jerman tidak sedang mengalami resesi. Pasar tenaga kerja
sangat stabil, upah riil meningkat. Kita akan melihat pertumbuhan tahun ini,”
katanya. Perekonomian diperkirakan mulai pulih tahun ini. Bank sentral Jerman,
Bundesbank, baru-baru ini memperkirakan pertumbuhan 0,4 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023