Program Pra-Kerja Bidik Buruh yang Terkena Dampak Wabah
Program Pra-Kerja yang awalnya terbatas di sejumlah wilayah kini terbuka untuk peserta di seluruh Indonesia. Pemerintah mengubah akses pelatihan tatap muka menjadi online.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menuturkan, meski sifat pelatihan terbuka, tetapi program hanya berlaku untuk warga negara Indonesia berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang menempuh pendidikan serta belum bekerja, atau pekerja yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.
Pendaftaran program ini telah dibuka sejak 11 April 2020 dan terbagi menjadi 30 gelombang, dengan total target peserta sebanyak 5,6 juta orang. Proses seleksi akan mengandalkan basis data dari Kementerian Tenaga Kerja, BP Jamsostek, hingga Kementerian Sosial.
Peserta yang terpilih mengikuti program Pra-Kerja akan menerima dana untuk membeli modul pelatihan. Bahan pelatihan dapat diakses di sejumlah platform, seperti Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu, dan Sisnaker. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk program ini, dan akan disalurkan melalui mitra pembiayaan yang telah digandeng pemerintah.
Namun, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira, menilai program ini tak tepat untuk menanggulangi PHK akibat Covid-19. Bhima melihat, masyarakat yang ekonominya tertekan akibat Covid-19 lebih butuh bantuan tunai untuk bisa makan, ketimbang mendapat pelatihan. Dia khawatir masyarakat juga kesusahan bisa mendaftar dan mengikuti pelatihan karena semuanya serba online.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023