Kredit Mikro Non Subsidi Bank Terus Mengembang
Penyaluran kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perbankan di sepanjang 2023 masih melaju kencang. Contoh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Di 2023, portofolio kredit UMKM BRI mencapai Rp 1.068,7 triliun, tumbuh 10,7% secara tahunan.Secara porsi, BRI mencatat kredit UMKM sebesar 84,4% dari total kredit. Outstanding kredit UMKM BRI di segmen mikro sebesar Rp 496,6 triliun di 2023, naik dari Rp 449,6 triliun pada 2022. Pertumbuhan kredit mikro BRI ditopang kredit non subsidi. Asal tahu saja, kredit mikro subsidi BRI adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sedang kredit mikro non subsidi BRI terdiri dari kredit Kupedes dan Briguna. Nah, pada 2023, total kredit mikro non subsidi BRI mencapai Rp 276,6 triliun, lebih tinggi dari kredit subsidi Rp 219,9 triliun. Jika ditelisik, outstanding KUR BRI di 2023 terkoreksi 12,6% secara tahunan.Sementara kredit mikro non subsidi, semisal Kupedes, penyalurannya naik 64,3% jadi Rp 212,3 triliun. Corporate Secretary BRI Agustya Hendy bilang, kredit mikro masih jadi penopang utama kredit UMKM bank ini pada 2024. "Kami optimistis penyaluran kredit tahun ini bisa lebih baik dibandingkan 2023," ujar Hendy, Rabu (7/2). Pertumbuhan kredit mikro juga dibukukan PT Bank Mandiri Tbk. Tahun lalu, kredit mikro Bank Mandiri mencapai Rp 168 triliun. Dari jumlah ini, kredit mikro Bank Mandiri dari non subsidi naik 32,9% secara tahunan jadi Rp 20,5 triliun di 2023. Sedikit berbeda, kredit mikro PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) turun 12,6% menjadi Rp 84,9 triliun pada tahun lalu. Kredit mikro BNI non subsidi terkoreksi lebih kecil dibanding KUR. Outstanding KUR BNI di 2023 tercatat Rp 44,1 triliun, turun 16,3% secara tahunan Adapun, kredit mikro non subsidi BNI hanya turun 8,3% jadi Rp 40,8 triliun. General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Sunarna Eka bilang, kredit mikro non subsidi memiliki keunggulan fleksibilitas. Nilai kredit yang disalurkan juga bisa melebihi plafon KUR. "Kalau KUR terbatas plafonnya hanya sampai Rp 500 juta," terang dia. Ekonom senior dan Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai, KUR sejatinya lebih menguntungkan bagi bank.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023