;

Menteri Kampanye Berefek ke Investasi

Menteri Kampanye Berefek ke Investasi
Momentum pemilu berpotensi menekan realisasi investasi tahun ini. Hal itu antara lain dipengaruhi oleh banyaknya menteri di Kabinet Indonesia Maju yang turut serta dalam kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Ekonom Senior Faisal Basri menyebutkan, ada sekitar 15 menteri dan wakil menteri dari Kabinet Indonesia Maju yang tidak maksimal masuk kerja lantaran tergabung dalam tim sukses calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) Pilpres 2024. Sejumlah nama di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Faisal menilai, kondisi ini secara tak langsung mempengaruhi para investor sehingga mereka cenderung wait and see untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Oleh karena itu, para investor masih akan menunggu sampai pemilu selesai dan sudah ada presiden baru yang terpilih. "Kalau paslon (pasangan calon) nomor 1 menang, akan berubah radikal, misalnya investasi di IKN bakal tidak jadi. Adapun paslon nomor 3 dan paslon nomor 2, pengusaha akan tunggu," tambah Faisal. Di kesempatan yang sama, Senior Economist World Bank (Bank Dunia), Indira Maulani Hapsari memperkirakan investasi Indonesia akan menunjukkan perlambatan di tahun pemilu. Namun perlambatan ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan negara-negara lain yang juga menggelar pemilu. Sementara itu, Kepala Riset DBS Group Maynard Arif mengungkapkan, jika pemilu berlangsung satu putaran, maka kepastian hukum dan kebijakan investasi di Indonesia akan tergambar dan kepemimpinan presiden selanjutnya terpilih dengan waktu cepat.
Tags :
#Umum
Download Aplikasi Labirin :