;

Arah The Fed Berefek ke Laju Cadangan Devisa

Ekonomi Hairul Rizal 09 Feb 2024 Kontan
Arah The Fed Berefek ke Laju Cadangan Devisa
Posisi cadangan devisa pada Januari tahun ini menyusut. Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia di bulan Januari 2024 tercatat US$ 145,1 miliar atau turun 0,87% dibandingkan posisi Desember 2023 sebesar US$ 146,38 miliar. Menyusutnya posisi cadangan devisa Indonesia antara lain dipengaruhi oleh jatuh tempo pembayaran utang luar negeri pemerintah. Secara total, utang jatuh tempo pemerintah pada 2024 mencapai Rp 663 triliun. Namun tak jelas, berapa total utang luar negeri pemerintah. Di saat yang sama, pemerintah berencana membayar bunga utang senilai Rp 497,3 triliun. Dari jumlah itu, pembayaran bunga utang luar negeri mencapai Rp 40,4 triliun. Sejatinya posisi cadangan devisa per Januari masih aman, yakni setara pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, pada awal  hingga pertengahan tahun biasanya terdapat banyak utang jatuh tempo yang dibayar, termasuk utang jatuh tempo luar negeri pemerintah. "Kemudian sekitar Maret atau April ada pembayaran dividen yang juga mempengaruhi kebutuhan devisa," tutur dia, Rabu (7/2). Ia menyebutkan utang luar negeri jatuh tempo luar negeri pemerintah pada Januari 2024 sekitar  US$ 1,68 miliar. David memperkirakan pada semester I 2024 posisi cadangan devisa Indonesia akan mengalami tren penurunan. Ini dipengaruhi adanya ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Fed yang akan bergeser pada pertengahan tahun. Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan cadangan devisa pada semester II 2024 akan meningkat. Estimasi ini lantaran investor sudah mulai optimistis, utamanya karena pemilihan umum (pemilu) telah selesai. Sentimen tersebut, menurut Josua, berpotensi meningkatkan arus modal masuk pasar Indonesia, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun pasar portofolio. Secara keseluruhan, dia memperkirakan posisi cadangan devisa pada tahun 2024 akan bergerak di rentang US$ 150 miliar hingga US$ 155 miliar. Sementara itu, nilai tukar rupiah akan bergerak naik dari Rp 15.397 per dolar AS pada akhir 2023 menjadi di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 15.300 per dolar AS di akhir tahun 2024.
Tags :
#Devisa
Download Aplikasi Labirin :