Buruh, Penggerak Industri yang Kian Terpinggirkan
Manufaktur masih menjadi tulang punggung utama perekonomian
Indonesia dengan proporsi pada PDB nasional merupakan yang terbesar di antara
sektor lain, mencapai 18,74 %. Kinerja manufaktur pun masih menjanjikan. Laju
pertumbuhannya kembali menapaki tren positif setelah tiarap ditelan pandemi
Covid-19, perlahan merangkak naik dan kembali tumbuh positif di kisaran 3 %. Tahun
lalu, industri manufaktur tumbuh 5,20 % pada triwulan III-2023. Serapan tenaga kerja
industri pengolahan pada Agustus 2023 mencapai 19,35 juta orang, setara 13,8 % total
jumlah penduduk bekerja di Indonesia. Hanya saja, kabar buruh yang terpinggirkan
dan menjadi korban ketidakadilan masih selalu terdengar.
Demo tuntutan kenaikan upah pun setiap tahun masih terjadi di
seantero negeri. Merujuk data upah minimum yang dihimpun BPS dan Kemenaker, besaran
upah minimum di Indonesia memang konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hanya
saja, secara riil, besaran upah tersebut justru mengalami tren penurunan. Hal
ini terindikasi dari persentase kenaikan upah yang makin kecil. Tahun 2016,
kenaikan upah buruh di industri manufaktur 26,51 %, namun terus mengecil dari tahun
ke tahun, hingga tersisa 7,3 % pada tahun 2023. Dibandingkan tahun 2022,
terjadi penurunan 5 %. Berkaca pada kondisi tersebut, publik menilai posisi
buruh kian tertekan, sebagaimana jajak pendapat Kompas pada 15-17 Januari 2024
lalu.
Bagian terbesar responden (43 %) menyatakan, nasib buruh saat
ini masih belum hidup layak. Bahkan, lebih dari seperlima responden sepakat
bahwa kondisi buruh saat ini justru semakin memburuk. Publik menilai, sistem
pengupahan untuk buruh menjadi persoalan mendasar penyebab semakin tertekannya
posisi buruh saat ini. Hal ini tak lepas dari ketentuan pengupahan yang dinilai
kian tak berpihak kepada buruh. Terutama pasca berlakunya UU Cipta Kerja, yakni
UU No 6 Tahun 2023. Dalam beleid itu disebutkan, formula penghitungan upah minimum
mempertimbangkan variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu atau
alpha. Komponen inflasi dinilai tidak berpihak kepada buruh. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023