;

Pemilik Lakukan Fraud, Prospek BPR Kian Suram

Ekonomi Hairul Rizal 31 Jan 2024 Kontan
Pemilik Lakukan Fraud, Prospek BPR Kian Suram
Sejumlah bank perekonomian rakyat (BPR) menutup usahanya sepanjang tahun 2023. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, selama tahun 2023 ada empat BPR gulung tikar. Dari catatan LPS, dalam 18 tahun terakhir, setiap tahun rata-rata BPR yang tutup jumlahnya sebanyak 6-7 bank. Pada 2024, fenomena BPR bangkrut diproyeksi akan berlanjut. "Tahun ini masih ada BPR tutup. Kami terus berkoordinasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tidak ada kegaduhan di masyarakat," tegas Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner LPS, Selasa (30/1). Catatan LPS, per Januari 2024, sudah ada dua BPR yang bangkrut, yakni PT BPR Syariah Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda) dan BPR Wijaya Kusuma di Madiun, Jawa Timur. Dari data OJK, lima tahun terakhir jumlah BPR terus menyusut. Per November 2023, jumlah BPR hanya 1.405 bank. Padahal, di akhir 2022, jumlahnya masih 1.441 bank. Jadi, kurang dari setahun, jumlah BPR berkurang 36 bank. Seiring tutupnya BPR, pada 2023 LPS telah membayar klaim Rp 329,2 miliar atau 92,6% dari total simpanan nasabah sebesar Rp 355,4 miliar. Untuk tahun ini, LPS telah menyiapkan dana cadangan penjaminan yang memadai, untuk memitigasi risiko BPR yang berpotensi bangkrut. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, proses merger BPR dan BPRS hingga saat ini masih terus berlangsung. Terutama, untuk BPR dan BPRS dengan kepemilikan yang sama.
Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :