Pengajuan Keringanan Biaya Kuliah Selalu Tinggi
Biaya kuliah,termasuk di perguruan tinggi negeri, secara umum
dinilai masih memberatkan. Jumlah mahasiswa yang mengajukan permohonan
keringanan uang kuliah tunggal setiap tahun tinggi. Pembayaran uang kuliah
tunggal tertinggi yang diharapkan jadi sumber subsidi silang hanya berkisar 2-5
%. Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri, Senin (29/1) mengatakan, per
tahun selalu ada mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT).
Dalam setahun, 50 mahasiswa mendapat fasilitas keringanan UKT di UNP. Menurut
Ganefri, di UNP dibentuk unit pengumpul zakat yang bekerja sama dengan Badan
Amil Zakat Nasional (Baznas).
Setiap dosen dan tenaga kependidikan UNP yang Muslim wajib
mengeluarkan zakat minimal Rp 50.000 per bulan. Dari unit ini terkumpul dana lebih
dari Rp 1 miliar untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT. ”Kami tidak
ingin mahasiswa sampai terjerat kredit daring yang tidak jelas sumbernya dan
menyebabkan mahasiswa dirugikan. Karena itu, kami menyambut jika pemerintah
bisa memberikan kredit mahasiswa yang membutuhkan dengan syarat tertentu dan
dibuatkan aplikasinya,” kata Ganefri. Universitas Indonesia (UI) menerapkan
mekanisme biaya operasional pendidikan berkeadilan (BOPB) yang memungkinkan
mahasiswa membayar biaya pendidikan sesuai kemampuan ekonomi orangtua, wali,
atau penangung biaya pendidikannya. Setiap tahun rata-rata 30 % mahasiswa baru
mengajukan BOPB, 10 % diantaranya mendapat kemudahan membayar biaya kuliah,
mulai dari Rp 0 hingga Rp 1 juta per semester.
Sementara Institut Teknologi Bandung (ITB) memberi opsi mahasiswanya
mengajukan pinjaman daring guna membayar UKT. Menurut Kepala Biro Komunikasi
dan Humas ITB Naomi Haswanto, pada Desember 2023, sebanyak 1.800 mahasiswa telah
mengajukan keringanan UKT, 1.492 mahasiswa diberikan keleluasaan untuk mencicil
biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP), 184 mahasiswa diberikan kebijakan
penurunan besaran UKT untuk satu semester, dan 124 mahasiswa diberikan penurunan
besaran UKT secara permanen sampai yang bersangkutan lulus dari ITB. Kebijakan
menggandeng platform pinjaman daring oleh ITB itu diprotes sejumlah mahasiswa
mengingat bunga yang dibebankan dinilai terlalu memberatkan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023