Impor dan Digitalisasi UMKM Semu
Dominasi produk impor di lokapasar Indonesia menunjukkan,
produk impor telah membajak digitalisasi UMKM dalam negeri. Melalui
digitalisasi, UMKM kita diharapkan bisa menjadi bagian dari ekosistem produksi
dalam negeri. Namun, yang terjadi, UMKM kita justru hanya menjadi mitra penjual
(reseller) produk impor (Kompas, 25/1/2024). Akibatnya, nilai tambah terbesar
tidak dinikmati pelaku industri dalam negeri, tetapi justru produsen produk
impor di negara asal. Serbuan produk impor legal ataupun illegal yang mendesak
produk lokal merupakan fenomena yang sudah lama dikeluhkan pelaku industri
dalam negeri. Invasi produk impor itu kian terbuka lebar dengan digitalisasi
ekonomi, yang peluangnya gagal dimanfaatkan produsen UMKM lokal. Deindustrialisasi
dan kian terdesaknya produk dalam negeri karena kalah bersaing dengan produk
impor membuat banyak pelaku industri akhirnya lebih memilih banting setir jadi
pedagang, importir, bahkan penyelundup produk impor.
Akibatnya, yang terjadi bukan perluasan basis produksi dan
akses pasar UMKM, melainkan mereka justru menjadi bagian dari jaringan kekuatan
masif yang ikut menggembosi industri dan pangsa pasar produk dalam negeri di
pasar dalam negeri sendiri. Fakta, hanya 6,8 % UMKM di lokapasar yang menjual
produk sendiri juga menjadi gambaran lemahnya fondasi manufaktur kita.
Berdasarkan data BPS, UMKM kita dominan bergerak di bidang perdagangan, yakni
46,40 %. Kondisi ini ikut menyumbang naiknya angka impor produk konsumtif. Di
sektor produksi, secara umum UMKM kita juga gagal melakukan lompatan menjadi
UMKM tangguh yang mampu bersaing di produk-produk berkualitas tinggi lewat
inovasi dan teknologi di pasar global sebagaimana UMKM di negara maju, seperti
Jepang, Korea, dan Taiwan. Dari 62 juta UMKM kita, kontribusi terhadap total
ekspor hanya 0,01 %. Pertumbuhan UMKM yang sehat bukan hanya tecermin dari
penguasaan pasar domestik, melainkan juga seberapa banyak UMKM kita mampu
menerobos pasar ekspor. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023