;

Meningkatkan Kapasitas UMKM

Meningkatkan Kapasitas UMKM

Di tengah membesarnya lokapasar Indonesia, kehadiran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemain utama menjadi penting. Untuk itu, kapasitas pelaku dan kualitas barang yang dihasilkan harus terus ditingkatkan agar dapat menguasai pasar.Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi nilai transaksi perdagangan elektronik atau e-commerce mencapai Rp453,75 triliun sepanjang 2023. Nilai tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan target bank sentral tersebut sebesar Rp474 triliun, juga lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada 2022 sebesar Rp476,3 triliun. Meski menurun, nilai transaksi ratusan triliun tersebut tentunya tidak bisa dikatakan kecil, apalagi bagi pelaku UMKM. Sayangnya, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) terhadap 22.844 penjual marketplace di Indonesia yang 98,2% di antaranya merupakan pengusaha UMKM, ternyata transaksi masih didominasi oleh pelaku yang berlokasi di Jawa atau sekitar 97,3%. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS diketahui, persentase penduduk usia 5 tahun ke atas yang menyatakan pernah mengakses internet meningkat dari 62,10% pada 2021 menjadi 66,48% pada 2022. Tingginya angka itu, tidak serta merta mencerminkan pemerataan akses. Perbedaan cukup tinggi terjadi di antar daerah, misalnya di tiga daerah tertinggi yaitu DKI Jakarta (84,65%), Kepulauan Riau (82,50%), Kalimantan Timur (80,56%), bandingkan dengan tiga daerah terendah yaitu Maluku Utara (50,20%), Nusa Tenggara Timur (47,39%), dan Papua 26,32%. Temuan kedua Indef adalah besarnya jumlah UMKM yang terlibat aktif di marketplace ternyata tidak semuanya produsen atau hanya 6,28%, sisanya merupakan penjual atas produk UMKM produksi. Padahal kehadiran UMKM produsen penting untuk mengukuhkan peran pelaku usaha di lokapasar. Selain dua hal yang disampaikan oleh Indef, persoalan lain yang juga membayangi kinerja UMKM adalah persebaran demografi dan kesiapan infrastruktur. Biaya logistik kerap menjadi masalah bagi usaha yang berada jauh dari pusat pertumbuhan. Kerja sama tersebut diharapkan terus diperbanyak dan diperluas agar UMKM lokal mampu menjadi tuan di rumah dengan penduduk terbesar keempat dunia ini. Di sisi lain, pelaku UMKM juga dituntut memiliki etos kerja tinggi agar tidak tergilas dari produk-produk impor berkualitas dan berharga murah.

Tags :
#Opini #UMKM
Download Aplikasi Labirin :