BLT Puso untuk Naikkan Produksi
Presiden Jokowi berjanji segera merealisasikan penyaluran
bantuan langsung tunai atau BLT puso bagi petani yang gagal panen di Jateng.
Presiden meminta agar bantuan tersebut segera digunakan untuk biaya tanam padi
agar dalam waktu tiga-empat bulan ke depan panen sehingga produksi padi
meningkat. Sehingga, Indonesia tak lagi bergantung pada impor beras. Apalagi,
kata Presiden, saat ini 22 negara di dunia masih mengerem untuk ekspor beras. ”Moga-moga
dalam waktu sangat dekat uangnya bisa segera diterima petani dan langsung bisa
dipakai untuk tandur, tanam, tandur, tanam, dan segera panen. Kalau sudah
panen, kita tidak usah banyak impor lagi dari negara lain,” ujar Presiden
Jokowi di Kabupaten Grobogan, Jateng, Selasa (23/1).
Bantuan yang akan diberikan, menurut rencana, sebesar Rp 8
juta per 1 hektar lahan pertanian. Setiap kelompok tani bisa menerima bantuan
gagal panen yang beragam, mulai dari Rp 122 juta, Rp 180 juta, hingga Rp 200
juta. Di Jateng, Presiden mencatat terdapat 16.000 hektar lahan yang terdampak
El Nino, banjir dan kekeringan panjang. Penerima bantuan puso kali ini adalah
petani dari Kabupaten Grobogan, Kudus, Jepara, Demak, dan Pati. Di sisi lain,
harga gabah di tingkat petani saat ini cukup menggembirakan. Tiga tahun lalu,
harga gabah masih berkisar Rp 4.200-Rp 4.300 per kg. ”Sekarang (harga gabah) Rp
7.800, Rp 7.600.” ucap Presiden. Pemerintah akan terus berupaya menjaga agar
harga gabah di tingkat petani seimbang dengan harga beras di tingkat konsumen.
Petani harus puas dengan harga gabah, sedangkan masyarakat tak terbebani ketika
membeli beras. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023