;

Bayang-bayang China

Ekonomi Yoga 20 Jan 2024 Kompas
Bayang-bayang China

Perekonomian Indonesia berhubungan erat dengan China dalam perdagangan, investasi, dan utang. Kondisi ekonomi China bisa berdampak. Relasi juga terjadi antara Indonesia dan negara-negara lain, dengan intensitas berbeda-beda. China merupakan mitra agang utama Indonesia, dengan pangsa terbesar terhadap total nilai ekspor dan impor. Pada 2023, ekspor Indonesia ke China 25,09 %i total ekspor Indonesia. Impor Indonesia dari China 28,34 % dari total impor Indonesia. Barang yang diimpor antara lain telepon seluler (ponsel) pintar dan laptop. Catatan lain, dari lima komoditas utama ekspor Indonesia pada 2023, tiga komoditas menyasar China, yakni BBM, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta besi dan baja.

Dalam hal investasi atau penanaman modal asing (PMA) pada periode Januari-September 2023, China menjadi negara asal PMA dengan nilai nomor dua terbesar setelah Singapura, yaitu 5,6 miliar USD. Data BI menunjukkan, pada November 2023 utang luar negeri Indonesia dari China sebesar 20,895 miliar USD. Pada 2007, utang Indonesia ke China tak sampai 1 miliar USD.  Pada Agustus 2015, utang dari China 9,855 miliar USD. Secara bertahap, utang dari China menembus 20 miliar USD pada Januari 2020. Dunia pariwisata Indonesia juga tak lepas dari relasi dengan China. Pada Januari-November 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berkebangsaan China 6,8 % total kunjungan wisman ke Indonesia.

China, sebagai negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar kedua di dunia, setelah AS, berperan signifikan dalam perekonomian global dan Indonesia. Eksposurnya ada di mana-mana. Maka, saat Biro Statistik Nasional China mengumumkan perekonomian China tumbuh 5,2 % tahun 2023, ada rambatan dampaknya yang mesti diperhitungkan banyak negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia. Sebab, ada kemungkinan konsumsi di China melemah yang mengakibatkan permintaan barang dan sumber daya dari luar negeri berkurang. Kemungkinan lain, warga China mengurangi bepergian yang berdampak ke sektor pariwisata di negara-negara tujuan wisata. Apalagi, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan perekonomian China akan semakin melambat pada 2024 dan 2025. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :