;

Ekspor Produk Hijau Butuh Keberpihakan Pemerintah

Ekonomi Yoga 19 Jan 2024 Kompas
Ekspor Produk Hijau Butuh Keberpihakan Pemerintah

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dioptimalkan untuk menggenjot ekspor produk hijau yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim. Untuk mengembangkan potensi yang ada tersebut, kebijakan pemerintah perlu berpihak kepada sektor industri berkelanjutan. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag, Kasan mengatakan, Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan sumber daya alam untuk meningkatkan kontribusi produk Indonesia di rantai pasok perdagangan produk hijau global. Produk hijau atau barang  ramah lingkungan (environmental goods) mengacu pada produk yang dirancang untuk menggunakan lebih sedikit sumber daya atau menghasilkan lebih sedikit emisi.

”Diharapkan upaya menggenjot perdagangan hijau dapat mengurangi dampak perubahan iklim juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya dalam forum yang diselenggarakan Bank Dunia bertema ”Peran Kebijakan Perdagangan dalam Transformasi Hijau di Indonesia”, Kamis (18/1/2023), di Jakarta. Kasan mencontohkan, salah satu komitmen tersebut tercermin dari ekspor komoditas bijih nikel yang menjadi bahan baku penting bagi produk kendaraan listrik. Di tingkat global, peringkat Indonesia sebagai eksportir sudah naik drastis dari urutan ke-8 pada 2021 menjadi urutan pertama pada 2022. Produksi bijih nikel Indonesia 1,6 juta ton pada tahun 2022, terpaut jauh dengan Filipina yang menduduki peringkat kedua dunia dengan produksi 330.000 ton. Ke depan, pemerintah akan mengandalkan program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas primer. Ekspor produk hilirisasi komoditas nikel dan komoditas primer lainnya akan ditujukan untuk mengutamakan perdagangan hijau yang turut berpihak kepada lingkungan dan perubahan iklim. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :