;

Bunga Acuan Menciut, Ekonomi Bisa Mencuat

Ekonomi Hairul Rizal 18 Jan 2024 Kontan
Bunga Acuan Menciut, Ekonomi Bisa Mencuat
Peluang berakhirnya era suku bunga tinggi semakin dekat dan berpotensi memberikan nafas lega bagi aktivitas ekonomi. Alhasil, perekonomian nasional pada 2024 diyakini tumbuh lebih kuat dibandingkan 2023. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu (17/1), Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan alias BI rate di level 6%, setelah kenaikan terakhir kali sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober 2023. BI membuka peluang penurunan suku bunga acuan pada tahun ini. "Dengan arah-arah ke depan, tentu saja saya sampaikan ada ruang penurunan suku bunga BI rate. Namun, harus melihat beberapa kriteria," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, kemarin. Kriteria yang dimaksud, pertama, kecepatan penguatan nilai tukar rupiah. Pasalnya, hingga 16 Januari 2024, nilai tukar rupiah masih mencatatkan pelemahan, meski tipis, yakni 1,24% dari akhir Desember 2023. Kedua, tetap terkendalinya inflasi, khususnya inflasi inti, juga pergerakan inflasi pangan. Ketiga, bagaimana bank sentral melihat dukungan kredit dalam pembiayaan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, menurut Perry, akan didukung permintaan pasar domestik. Hal tersebut sejalan adanya momentum pemilihan umum (pemilu) dan peningkatan investasi khususnya bangunan terkait kelanjutan proyek strategis nasional (PSN), termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun kinerja ekspor Indonesia belum cukup kuat karena perlambatan ekonomi dunia dan penurunan harga komoditas di pasar global. BI meyakini pertumbuhan akan menguat pada industri manufaktur, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi, serta konstruksi, juga transportasi dan pergudangan. Secara spasial, prospek positif terjadi di seluruh wilayah, terutama Sulawesi, Maluku, Papua dan Jawa. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky menilai, pemangkasan suku bunga acuan BI akan menciutkan cost of credit sehingga menjadi stimulus ekonomi lokal. Sementara Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memprediksi, ekonomi tahun ini tumbuh di rentang 5%-5,2%.
Download Aplikasi Labirin :