Emiten Konstruksi Swasta Masih Berpeluang Tumbuh Tahun Ini
Emiten konstruksi swasta berpeluang meraih nilai kontrak proyek yang lebih besar pada tahun 2024. Kendati begitu, masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi emiten sektor ini. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) misalnya, membidik pertumbuhan kinerja sebesar 15% hingga 21% pada tahun 2024. Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada, Anggie S. Sidharta mengatakan, TOTL sedang terlibat dalam sejumlah proses tender dengan nilai sekitar Rp 8,7 triliun, antara proyek gedung mixed used, hotel, data center, industrial dan lainnya. Sepanjang tahun 2023 lalu, TOTL membukukan nilai kontrak baru Rp 4,2 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi 43% dari target 2023 Rp 2,9 triliun. Sedangkan di tahun 2024, TOTL membidik nilai kontrak baru Rp 3,5 triliun. TOTL juga mengincar pendapatan Rp 3,1 triliun tahun ini. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin mengatakan, ada beberapa sentimen pendorong kinerja emiten konstruksi swasta. Seperti gencarnya pembangunan infrastruktur, peluang pemulihan permintaan properti dan pembangunan infrastruktur digital, Antara lain, jaringan telekomunikasi dan data center. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, kinerja emiten konstruksi swasta bakal lebih baik dari emiten BUMN Karya. Sebab, debt to equity ratio (DER) emiten swasta masih lebih rendah. Misalnya, DER PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) di 0,9 kali, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) 2,6 kali dan TOTL 1,4 kali. Nafan merekomendasikan hold TOTL dengan target harga Rp 410 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023