Jalan ”Ninja” Caleg-caleg Kere Bermodal Dengkul
Para caleg bermodal dengkul menyiapkan strategi murah ongkos agar cita-citanya terwujud, dengan mengunjungi rumah-rumah warga hingga membuat kontrak politik. Jalan ”ninja” ini butuh pengorbanan dan harus siap ditolak warga yang mengharap ada amplop berisi uang atau bingkisan dari caleg. Suatu sore di awal Desember 2023, caleg DPR dari partai pendatang baru di Pemilu 2024, Guntoro Gugun Muhammad, berdialog serius bersama tim pemenangan dan sukarelawannya, di Kampung Susun Akuarium, Penjaringan, Jakut. Caleg Dapil 3 DKI Jakarta itu awalnya lebih banyak mendengar paparan dari tim pemenangan terkait strategi dalam mendekati warga. Belasan anggota tim pemenangan hadir sore itu. Mereka berdiskusi sekaligus mencurahkan isi hati terkait sulitnya mendekati warga. ”Kami sering ditolak. Warga berharap kami datang bawa sembako,” kata Bete (43), anggota tim pemenangan Gugun.
Bete mendengar cerita warga yang ditawari Rp 500.000 per orang dari caleg partai lain sebagai bagian janji caleg tersebut dalam menuntaskan masalah pengangguran. Gugun menanggapi dengan santai. Baginya, tim pemenangannya perlu membangun komunikasi lebih intens dan harus berani meyakinkan warga. Ia merupakan pendamping warga yang bertahun-tahun membantu mereka memperjuangkan hak atas tanah dan hunian layak. Niat itu mendorongnya bertarung dalam Pemilu 2024. Gugun menyebut dirinya tak memiliki uang untuk maju sebagai caleg. ”Waktu kami semakin singkat. Teman-teman, saya minta lebih aktif nge-rap,” kata Gugun, menjawab curahan hati tim pemenangannya, Jumat (1/12/2023) sore. Metodenya berupa penyadaran orang per orang, yang dilakukan tim pemenangan Gugun dengan mendatangi langsung rumah warga di kampung-kampung Jakarta. Cara ini tak sekadar strategi merebut hati warga, tetapi juga bagian gerakan penyadaran untuk melawan caleg yang menggunakan strategi politik uang.
Caleg DPRD DKI Jakarta, Ery Sandra Amelia, rela berjalan kaki untuk mendatangi satu per satu rumah warga di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jaktim, pada Rabu (12/12/2023) siang. Selain membagikan kaus dan stiker, Ery juga memberikan serbet kepada warga. ”Serbet ini punya makna. Kalau saya duduk di kursi DPR, ingin bersih-bersih dari korupsi,” ujarnya kepada warga. Ery juga menampung harapan warga jika nanti terpilih menjadi anggota legislatif. Ery berupaya berebut kursi DPRD, tanpa konsultan politik. Tak ada pula ”serangan fajar” yang dia siapkan. Dia hanya mengandalkan jejaring sukarelawannya untuk mendekati dan mengambil hati para calon pemilih. ”Kunci utamanya hanya bertemu warga. Kami di partai selalu dicek sudah ke mana saja,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023