Naiknya Rasio Pembayaran Utang Masyarakat
Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat rasio pembayaran cicilan utang terhadap pendapatan masyarakat melonjak menjadi 10 persen pada Desember 2023 dari 9,3 persen pada bulan sebelumnya. Kenaikan cicilan utang tersebut menunjukkan pendapatan masyarakat belum bisa menutupi kebutuhan pokok. Masyarakat masih bergantung pada pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Mengingat harga bahan pokok terus naik, tapi upah pekerja tetap rendah,” kata Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Rabu, 10 Januari 2024. Proporsi pembayaran cicilan terhadap pendapatan masyarakat pada Desember 2023 juga lebih tinggi ketimbang pada tahun sebelumnya. Pada Desember 2022, rasionya hanya 9,2 persen.
Bhima mengatakan kenaikan porsi cicilan utang tak lepas dari maraknya pinjaman online. Per November lalu, outstanding pembiayaan pinjaman online sebesar Rp 59,38 triliun atau tumbuh 18,05 persen secara tahunan. Angka tersebut melesat dibanding pada bulan sebelumnya, yang sebesar Rp 58,05 triliun. “Belum lagi utang konsumsi dari pinjol ilegal, bisa lebih besar lagi.” (Yetede)
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023