PERIKANAN, Tertinggal, Indonesia Kehilangan Peluang Ekspor
Permintaan ikan di pasar global bakal melonjak. Namun, produk
perikanan Indonesia masih tertinggal dalam upaya mengisi rantai pasok global.
Sejumlah tantangan tersebar mulai dari cara produksi hingga pemenuhan standar
mutu ekspor. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono pada
konferensi pers secara hibrida, Rabu (10/1/2024) mengemukakan, peluang pasar
perikanan laut global masih sangat besar. Data riset Skyquest menyebutkan,
pasar perikanan laut global diproyeksikan melonjak 115,75 % selama 2022-2030,
dari 338,47 miliar USD pada 2022 menjadi 730,28 miliar USD pada 2030.
Pertumbuhan investasi diprediksi 8,92 % pada periode 2023-2030. Potensi pasar
perikanan laut terbesar di dunia antara lain China, India, dan Jepang.
Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi ikan salmon, tuna dan pollock,
serta kelompok kepiting, udang, kerang, dan tiram.
Di Indonesia, produk perikanan tangkap berlimpah dan perikanan
budidaya memadai. Namun, ada sejumlah hambatan dalam pemenuhan kualitas ekspor,
di antaranya tata kelola sumber daya ikan yang perlu dibenahi untuk memenuhi standar
cara penangkapan dan budidaya ikan yang baik. ”Tata kelola dan data harus dibenahi.
Penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota menjadi upaya peningkatan
kualitas produksi perikanan yang diterima pasar internasional dengan harga jual
baik,” kata Trenggono. Sepanjang 2023, produksi perikanan Indonesia 24,74 juta
ton, meliputi perikanan tangkap dan budidaya, serta rumput laut. Penerimaan negara
bukan pajak di sector kelautan dan perikanan Rp 1,69 triliun dari target Rp 3,5
triliun. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023