;

PERIKANAN, Tertinggal, Indonesia Kehilangan Peluang Ekspor

Ekonomi Yoga 11 Jan 2024 Kompas
PERIKANAN, Tertinggal, Indonesia Kehilangan Peluang Ekspor

Permintaan ikan di pasar global bakal melonjak. Namun, produk perikanan Indonesia masih tertinggal dalam upaya mengisi rantai pasok global. Sejumlah tantangan tersebar mulai dari cara produksi hingga pemenuhan standar mutu ekspor. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono pada konferensi pers secara hibrida, Rabu (10/1/2024) mengemukakan, peluang pasar perikanan laut global masih sangat besar. Data riset Skyquest menyebutkan, pasar perikanan laut global diproyeksikan melonjak 115,75 % selama 2022-2030, dari 338,47 miliar USD pada 2022 menjadi 730,28 miliar USD pada 2030. Pertumbuhan investasi diprediksi 8,92 % pada periode 2023-2030. Potensi pasar perikanan laut terbesar di dunia antara lain China, India, dan Jepang. Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi ikan salmon, tuna dan pollock, serta kelompok kepiting, udang, kerang, dan tiram.

Di Indonesia, produk perikanan tangkap berlimpah dan perikanan budidaya memadai. Namun, ada sejumlah hambatan dalam pemenuhan kualitas ekspor, di antaranya tata kelola sumber daya ikan yang perlu dibenahi untuk memenuhi standar cara penangkapan dan budidaya ikan yang baik. ”Tata kelola dan data harus dibenahi. Penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota menjadi upaya peningkatan kualitas produksi perikanan yang diterima pasar internasional dengan harga jual baik,” kata Trenggono. Sepanjang 2023, produksi perikanan Indonesia 24,74 juta ton, meliputi perikanan tangkap dan budidaya, serta rumput laut. Penerimaan negara bukan pajak di sector kelautan dan perikanan Rp 1,69 triliun dari target Rp 3,5 triliun. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :