Permintaan Perkantoran di Jakarta Mulai Naik
Menurut Senior Associate Director Office Services-Tenant Representation
Colliers Indonesia Suryo Wibowo dalam konferensi pers, Rabu (10/1/2024) di
Jakarta, ”Beberapa tahun terakhir, pasar perkantoran di Jakarta didominasi
perusahaan yang berasal dari sektor industri teknologi. Pada saat pandemi Covid-19,
di antara perusahaan teknologi (termasuk rintisan) mengurangi luas ruang
perkantoran. Sebab, mereka menerapkan bekerja dari rumah ataupun dari mana pun
secara total, serta PHK. Sektor industri teknologi bergerak sangat dinamis.” Head
of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, properti perkantoran di
Jakarta dan Surabaya masih menghadapi isu meningkatkan tingkat hunian. Total
pasokan properti perkantoran di Jakarta sampai 2023 berasal dari proyek yang
sedang dalam tahap konstruksi.
Contohnya, Luminary Tower di kompleks Thamrin Nine yang sudah
beroperasi, menambah pasok perkantoran di area pusat bisnis sekitar 57.000
meter persegi. Lalu, Jakarta International Tower yang juga telah beroperasi,
menambah pasokan seluas 24.740 meter persegi di luar area pusat bisnis.
”Pasokan properti perkantoran di area pusat bisnis Jakarta akan terbatas pada
2024. Penambahan pasokan akan kembali terjadi tahun 2025. Sementara pasokan di
luar area pusat bisnis Jakarta akan tetap bertambah tahun depan, tetapi setelah
itu akan mulai melambat,” ujarnya. Permintaan properti perkantoran di Jakarta
sudah mulai naik tahun ini dibandingkan tiga tahun sebelumnya saat Indonesia
terkena pandemi Covid-19. Kenaikan terjadi baik di dalam maupun di luar pusat bisnis
Jakarta. Tingkat hunian properti perkantoran di dalam pusat bisnis pada
triwulan IV-2023 sudah menyentuh 75,4 5 dan di luar pusat bisnis 75 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023