;

OJK: Permodalan Sektor Jasa Keuangan Solid

Ekonomi Yoga 10 Jan 2024 Kompas
OJK: Permodalan Sektor
Jasa Keuangan Solid

Permodalan sektor jasa keuangan tetap solid menghadapi berbagai risiko di tengah perlambatan ekonomi. Di sisi lain, ekspektasi penurunan tingkat suku bunga acuan di negara maju dinilai akan membuka ruang bagi masuknya aliran modal ke negara berkembang. Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Desember 2023 secara daring, Selasa (9/1/2024). Beberapa faktor risiko yang akan dihadapi oleh sektor jasa keuangan pada tahun ini, antara lain, perlambatan ekonomi global yang terutama dialami oleh negara-negara Uni Eropa dan China, konflik geopolitik yang masih akan berlanjut, serta kontestasi politik di 64 negara yang akan diikuti oleh hampir 50 % penduduk dunia.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober 2023 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2024 mencapai 2,9 persen atau lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya sebesar 3 %. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada November 2023 memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2024 sebesar 2,7 % atau melambat dibandingkan 2023 sebesar 2,9 %. ”Kami tetap optimistis sector jasa keuangan dapat menghadapi berbagai faktor risiko ter- sebut. Hal ini mengingat kondisi sektor jasa keuangan pada akhir 2023 tetap stabil dan diperkirakan terus berlanjut didukung permodalan yang solid,” kata Mahendra.

Perbankan per November 2023 mencatatkan rasio kecukupan modal (capital adequacyratio/CAR) sebesar 27,86 %, jauh di atas ambang batas minimum 20 %. Penyaluran kredit perbankan juga tumbuh 9,74 % secara tahunan menjadi Rp 6.966 triliun dengan nonperforming loan (NPL) net 0,75 % dan NPL gross 2,36 %. Sementara itu, permodalan industri asuransi jiwa dan asuransi umum juga menguat. Ini tecermin dari risk based capital (RBC), masing-masing 464,13 % dan 348,97 %, di atas ambang batas minimum 120 %. Selain itu, piutang pembiayaan sektor lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, serta lembaga keuangan mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya tumbuh 14,14 % secara tahunan menjadi Rp 467,39 triliun, melambat ketimbang bulan sebelumnya yang tumbuh 15,02 %. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :