Konsumsi Masyarakat Terus Menggelinding
Tingkat belanja masyarakat melanjutkan tren meningkat hingga akhir 2023. Bahkan, kenaikan itu diramal bakal berlanjut di sepanjang tahun 2024. Data Mandiri Institute menunjukkan, indeks nilai belanja masyarakat per 26 Desember 2023 sebesar 206,2 atau naik dari 181,5 per 26 November 2023. Indeks ini juga dibarengi indeks frekuensi belanja mayarakat yang naik hingga 534,9 pada akhir 2023. Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono bilang, kenaikan nilai belanja masyarakat menunjukkan adanya peningkatan permintaan, terutama di bahan kebutuhan pokok. Hanya, dia juga melihat kenaikan belanja masyarakat tak lepas dari kenaikan harga. Kabar baiknya, belanja kelompok menengah dan atas juga melejit dengan proporsi tabungan yang stabil pada kelompok ini sehingga menjadi sentimen positi bagi konsumsi rumah tangga. "Sementara kelompok bawah sudah mulai melambat belanjanya, efek mulai terbatasnya tabungan," tambah Yudo. Dibandingkan data Bank Indonesia, proporsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk kosumsi pada November tahun lalu turun tipis menjadi 75,3% dari bulan sebelumnya sebesar 75,6%. Namun proporsi pendapatan yang digunakan untuk menabung juga turun tipis dari 15,7% menjadi 15,4%. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, peningkatan belanja pada akhir tahun lalu didorong pola musiman, yaitu adanya perayaan Natal dan Tahun Baru. Terkendalinya juga inflasi turut menjaga daya beli masyarakat. Pun dengan perjalanan wisata pada akhir tahun yang turut mendorong naiknya permintaan terhadap hal yang berhubungan dengan perjalanan dan konsumsi. Josua yakin, tren belanja masyarakat yang positif akan berlanjut pada tahun ini, seiring adanya pemilu. Ditambah, ada momen Ramadan dan Idulfitri yang akan mendorong permintaan masyarakat pada kuartal I-2024 dan kuartal II-2024. Alhasil, kata Josua, diperlukan langkah cepat pemerintah untuk menjaga inflasi. "Menjaga inflasi sangat perlu dilakukan dengan menjaga pasokan. Jangan sampai saat permintaan masyarakat sudah meningkat, tetapi stok menipis sehingga akan ada lonjakan inflasi," kata dia, kemarin.
Tags :
#MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023