Yang Bersahabat Dengan Pasar Menjadi Pilihan Investor Saham
Penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) semakin dekat. Pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 mendatang, akan menjadi katalis penting yang menyetir pasar saham tahun ini. Ada tiga pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang berkompetisi. Di nomor urut 1 ada Anies Rasyid Baswedan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Kemudian Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di nomor urut 2, serta Ganjar Pranowo - Mahfud MD nomor urut 3. Tapi berbeda dengan dua pilpres sebelumnya. Tahun 2014 dan 2019, pasar tampak condong ke Joko Widodo. Pengamat pasar modal CSA Insitute David Sutyanto lebih menyoroti dampak pemilu dan pilpres ke ekonomi. Selain anggaran pemerintah senilai Rp 71,3 triliun, belanja yang digelontorkan capres, calon legislatif dan partai politik bisa mendongkrak perputaran uang dan ekonomi. Dalam riset itu, investor dan sejumlah manajer investasi masih mencuil peluang di tengah tren menanjak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun mereka akan menyesuaikan dengan mencerna hasil pilpres dan pemilu. CSA Index Januari 2024 mengungkapkan investor maupun manajer investasi tidak memandang pemilu dan pilpres dengan perspektif negatif. Menurut David, wajar investor hati-hati dan mencerna dinamika politik yang seringkali diwarnai ketidakpastian. Fendi Susiyanto, Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Finvesol Consulting meyakini, pasar akan tetap berjalan dalam tren positif pada momentum politik ini. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas sepakat, pasar akan merespons positif hasil pilpres dan pemilu, sepanjang terselenggara kondusif. Menurut Agung, hal menarik dalam visi-misi kandidat saat ini, ketiganya membawa isu pengembangan energi terbarukan. Menurutnya, jika dapat meneruskan program pemerintah dianggap lebih market friendly. Asumsi saat ini, sebut Sukarno, program Presiden Joko Widodo dilanjutkan oleh Prabowo-Gibran dan pasangan Ganjar - Mahfud. Sementara Anies-Muhaimin yang mengusung perubahan diasumsikan bakal meninjau ulang sejumlah proyek, seperti Ibu Kota Negara (IKN). Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian juga memperkirakan, tidak ada perubahan radikal kebijakan siapapun pemenangnya. Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi mengamini, sentimen global dan kebijakan moneter ikut mewarnai fokus pasar tahun ini.
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
30 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
23 Jun 2025
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
21 Jun 2025
Diplomasi Simbolik RI Dinilai Berisiko
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023