KAMPANYE PEMILU 2024 : TPN MINTA USUT TUNTAS PENGEROYOKAN SUKARELAWAN
Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar–Mahfud akan mengawal kasus pengeroyokan terhadap sejumlah sukarelawan oleh oknum TNI di Boyolali, Jawa Tengah. Kubu pasangan capres dan cawapres lainnya mendukung upaya pengusutan tuntas tindak kekerasan tersebut.
Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo telah menjenguk dua sukarelawan yang menjadi korban penganiayaan yang dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali, Minggu (31/12). Ganjar mendapatkan cerita dari salah satu korban mengenai kronologi penganiayaan bahwa yang bersangkutan ketika sedang berhenti di lampu merah tiba-tiba dipukul oleh pelaku. “Tadi saya mendengarkan cerita dari dia. Jadi kejadiannya satu, dia lagi berhenti di lampu merah, tiba-tiba dipukul. Itu tidak ada cerita [lain]. Jadi kalau ada penjelasan lainnya, rasa-rasanya saat ada pengadilan lebih baik biar penjelasannya semuanya sama,” ujarnya dilansir dari Antara.Ganjar mengingatkan agar masyarakat tidak boleh main hakim sendiri dan bertindak semena-mena. Selain itu, dia meminta para pendukungnya untuk dapat tertib dengan mengikuti seluruh aturan yang ada.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa, berharap oknum anggota TNI yang mengeroyok sukarelawan Ganjar-Mahfud dikenai pasal penganiayaan.Menurutnya, TNI tidak berhak membubarkan apalagi menganiaya masyarakat sipil. “Menghentikan, membubarkan, yang itu juga bukan kewenangan anggota TNI. Sama sekali bukan,” ujar Andika di Media Center TPN, Jakarta Pusat, Senin (1/12).
Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud akan terus melakukan komunikasi dengan tim penyidik. TPN menginginkan agar pelaku dikenai pasal penganiyaan. “Minimal Pasal 351 [KUHP] tentang Penganiayaan. Itu ancaman hukumannya bisa sampai 5 tahun,” jelasnya.
Kodam IV/Diponegoro menyatakan masih menyelidiki dan mendalami terkait dengan kasus dugaan penganiayaan terebut. Tindakan itu diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota TNI AD di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali, Sabtu (30/12).Kapendam IV Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison menjelaskan berdasarkan informasi sementara yang diterima olehnya, peristiwa tersebut terjadi sebab spontanitas akibat kesalahpahaman antara kedua belah pihak.
Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, menyatakan pihaknya tidak menoleransi segala bentuk kekerasan. “Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan siapa pun, dan apa pun alasannya kepada sesama anak bangsa. Kami tidak menolerir perilaku tersebut,” jelasnya.
Juru Bicara Timnas Anies-Muhaimin, Billy David, menyatakan pihaknya mendorong pengusutan kasus penganiayaan tersebut. “Kasus tersebut harus diusut tuntas, jangan sampai mencederai kedamaian pemilu kali ini,” ujarnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023