Richard Ferryanto: Industri Asuransi Harus Manfaatkan Bonus Demografi
TINGKAT literasi asuransi masyarakat Indonesia pada 2022 dilaporkan meningkat signifikan hanya dalam waktu tiga tahun. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang hasilnya diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2022, indeks literasi asuransi tumbuh menjadi 31,72 persen. Angka itu tumbuh 12,32 persen dibanding pada 2019, yang indeks literasi asuransi hanya 19,40 persen.
Meski demikian, pertumbuhan tingkat literasi itu tak dibarengi dengan kenaikan tingkat inklusi perasuransian. OJK mencatat, indeks inklusi asuransi baru sebesar 16,63 persen, hanya naik 3,48 persen dari angka pada 2019 yang sebesar 13,15 persen. Jika dibanding indeks literasi dan inklusi keuangan, indeks perasuransian ini tergolong rendah. Pada 2022, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 49,68 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 85,10 persen.
Kondisi ini memacu pelaku industri asuransi terus memperluas jangkauan produk dan layanan mereka kepada masyarakat. Salah satu segmen yang kini menjadi incaran pelaku industri asuransi adalah generasi muda yang dianggap kian melek pentingnya memiliki perlindungan asuransi sekaligus kemampuan menata keuangan. Pelaku industri pun berlomba-lomba merancang produk yang bisa menjawab kebutuhan itu. (Yetede)
Tags :
#AsuransiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023