;

Tidak Pasti, Timpang, lalu Apa?

Ekonomi Yoga 30 Dec 2023 Kompas
Tidak Pasti, Timpang, lalu Apa?

Bank Dunia menyebut 2022 sebagai tahun ketidakpastian dan 2023 sebagai tahun ketimpangan. Pada 2024, perjuangan negara-negara untuk lepas dari dampak buruk pandemi Covid-19 terhadap perekonomian tak mudah. Ada tambahan krisis yang harus dihadapi, antara lain konflik dan kekerasan serta perubahan iklim. Akibatnya, dunia masih sulit untuk pulih seperti sedia kala. Beban semakin berat saat utang negara membengkak. Perubahan iklim juga berakibat buruk, antara lain panen bahan pangan yang anjlok serta banjir dan longsor yang memaksa penduduk untuk mengungsi. Kondisi ini menambah tekanan bagi warga dunia, terutama warga miskin. Berdasarkan data Bank Dunia, sekitar 700 juta orang dari 8 miliar penduduk dunia, dalam kondisi miskin ekstrem atau hidup dengan pengeluaran kurang dari Rp 33.190 per hari. Harga barang yang naik ditambah kondisi ekonomi yang belum pulih membuat pengeluaran membengkak.

Sebagian masyarakat merogoh kocek lebih dalam atau mengikis tabungan demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagian masyarakat berutang guna memenuhi kebutuhan hidup, yang kerap kali salah jalan, yakni meminjam uang ke pinjaman daring ilegal. Adapun masyarakat yang pengeluarannya berkurang selama pandemi karena mengurangi aktivitas bisa menambah investasi. Hal ini yang, antara lain, membuat ketimpangan kian tajam selama pandemi. Data BPS, rasio gini Indonesia pada Maret 2023 sebesar 0,388 atau tertinggi setidaknya sejak Maret 2020. Rasio gini mendekati satu menunjukkan kondisi ketimpangan pendapatan yang makin sempurna. Menjelang tahun yang baru, 2024, api harapan siap dinyalakan. Kendati krisis geopolitik di beberapa wilayah dunia tak kunjung usai dan ancaman krisis iklim masih mendera, keinginan untuk menuju perbaikan kondisi ekonomi tetap mesti dipelihara. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :