;

Merambati Kemewahan Bus Tidur

Ekonomi Yoga 17 Dec 2023 Kompas
Merambati
Kemewahan
Bus Tidur

Operator bus tidur atau ”sleeper bus” kian gencar merambah hingga daerah-daerah yang tadinya tak diperhitungkan. Mereka jeli membidik penumpang yang tak terjamah pesawat dan kereta api. Sejumlah penumpang bergegas menuju bus bertingkat di Lebak Bulus, Jaksel, Rabu (22/11). Memasuki kabinnya saja, servis prima setara pesawat sudah merebak dengan pramugari yang menyambut mereka. Kelas paling mentereng menempati bagian depan lantai dasar dengan enam kamarnya, dilengkapi bantal dan selimut ditempat penumpang atau kamar, yang dilengkapi televisi kecil dan lampu biru redup di langit-langitnya. Bus Kencana, demikian jenamanya, bertolak pukul 16.00 WIB.  Baterai ponsel, kamera, dan laptop yang nyaris habis tak perlu pula dirisaukan karena tersedia stop kontak. Tak perlu risau jika hendak buang air dengan mendatangi toilet.Tiket seharga Rp 380.000 sudah termasuk penganan dan minuman diselingi singgah di restoran untuk makan malam. Sekitar pukul 02.00 WIB, bus tiba ditujuan akhir, Jepara, Jateng.

Nely Soraya (32) rutin menumpang Kencana dari Jepara menuju Bogor, Jabar, mengunjungi mertuanya dua bulan sekali. Selain suami, ia mengajak anak-anak agar bisa bersua dengan kakeknya. ”Lebih enak, sih. Enggak capek karena praktis. Ditinggal tidur terus sampai,” ucapnya sambil tertawa. Tri Atmajaningsih (56) juga memilih bus tidur agar lebih privasi dan nyaman. Ibu rumah tangga itu berangkat dari Karanganyar, Jateng, ke Bekasi, Jabar. ”Sudah lima tahun saya naik Rosalia Indah karena busnya double decker (bertingkat) yang bagus,” ujarnya. Mofat (32), yang naik dari Jakarta menuju Blitar, menganggap kepraktisan dan kenyamanan sebagai hal yang paling ia suka. ”Aku lagi tugas keBlitar, tetapi pilih sleeper ke Tulungagung karena kru mengantar pakai mobil sampai tujuan di Blitar. Harga tiket Rp 600.000 sepadan, ya,” tuturnya.

Kelahiran bus tidur yang termasuk awal di Indonesia diwujudkan Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya. Dirut PO Sinar Jaya Teddy Kurniawan Rusli meluncurkan bus tidur pada 2019, terinspirasi bus di Vietnam, sekaligus mengakomodasi kebutuhan warga menengah atas. Namun, ada pula bus tidur yang diluncurkan demi membangkitkan rasa bangga terhadap daerahnya. Ini dilakukan oleh pengusaha Wahyu Wardhani yang orangtuanya dari Ponorogo, Jatim. Tahun lalu, dia meluncurkan bus premium sleeper dan emperior suite yang punya ruang keluarga di dek bawah. Ia menggandeng dua karibnya, Rino Fauzan dan Zhakky Muttaqin yang menjadi CEO PT Trans Tungga Jaya, induk PO Narendra, untuk menyediakan bus dengan layanan premium guna menaikkan harkat warga Ponorogo. ”Di Ponorogo tak ada stasiun dan bandara. Jika naik kereta harus ke Madiun. Naik pesawat ke Solo. Butuh kendaraan lagi,” katanya. Antropolog Undip Budi Puspo, memaknai bus tidur bukan lagi sekadar sarana transportasi, melainkan aktualisasi. ”Terutama, bagi penggandrung medsos (media sosial). Bisa selfie (swafoto), fotonya dipasang di grup,” ujarnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :