Merambati Kemewahan Bus Tidur
Operator bus tidur atau ”sleeper bus” kian gencar merambah
hingga daerah-daerah yang tadinya tak diperhitungkan. Mereka jeli membidik penumpang
yang tak terjamah pesawat dan kereta api. Sejumlah penumpang bergegas menuju
bus bertingkat di Lebak Bulus, Jaksel, Rabu (22/11). Memasuki kabinnya saja,
servis prima setara pesawat sudah merebak dengan pramugari yang menyambut
mereka. Kelas paling mentereng menempati bagian depan lantai dasar dengan enam
kamarnya, dilengkapi bantal dan selimut ditempat penumpang atau kamar, yang dilengkapi
televisi kecil dan lampu biru redup di langit-langitnya. Bus Kencana, demikian
jenamanya, bertolak pukul 16.00 WIB. Baterai
ponsel, kamera, dan laptop yang nyaris habis tak perlu pula dirisaukan karena
tersedia stop kontak. Tak perlu risau jika hendak buang air dengan mendatangi toilet.Tiket
seharga Rp 380.000 sudah termasuk penganan dan minuman diselingi singgah di
restoran untuk makan malam. Sekitar pukul 02.00 WIB, bus tiba ditujuan akhir,
Jepara, Jateng.
Nely Soraya (32) rutin menumpang Kencana dari Jepara menuju
Bogor, Jabar, mengunjungi mertuanya dua bulan sekali. Selain suami, ia mengajak
anak-anak agar bisa bersua dengan kakeknya. ”Lebih enak, sih. Enggak capek
karena praktis. Ditinggal tidur terus sampai,” ucapnya sambil tertawa. Tri
Atmajaningsih (56) juga memilih bus tidur agar lebih privasi dan nyaman. Ibu
rumah tangga itu berangkat dari Karanganyar, Jateng, ke Bekasi, Jabar. ”Sudah
lima tahun saya naik Rosalia Indah karena busnya double decker (bertingkat) yang
bagus,” ujarnya. Mofat (32), yang naik dari Jakarta menuju Blitar, menganggap
kepraktisan dan kenyamanan sebagai hal yang paling ia suka. ”Aku lagi tugas
keBlitar, tetapi pilih sleeper ke Tulungagung karena kru mengantar pakai mobil
sampai tujuan di Blitar. Harga tiket Rp 600.000 sepadan, ya,” tuturnya.
Kelahiran bus tidur yang termasuk awal di Indonesia diwujudkan
Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya. Dirut PO Sinar Jaya Teddy Kurniawan Rusli
meluncurkan bus tidur pada 2019, terinspirasi bus di Vietnam, sekaligus mengakomodasi
kebutuhan warga menengah atas. Namun, ada pula bus tidur yang diluncurkan demi
membangkitkan rasa bangga terhadap daerahnya. Ini dilakukan oleh pengusaha
Wahyu Wardhani yang orangtuanya dari Ponorogo, Jatim. Tahun lalu, dia
meluncurkan bus premium sleeper dan emperior suite yang punya ruang keluarga di
dek bawah. Ia menggandeng dua karibnya, Rino Fauzan dan Zhakky Muttaqin yang menjadi
CEO PT Trans Tungga Jaya, induk PO Narendra, untuk menyediakan bus dengan
layanan premium guna menaikkan harkat warga Ponorogo. ”Di Ponorogo tak ada stasiun
dan bandara. Jika naik kereta harus ke Madiun. Naik pesawat ke Solo. Butuh
kendaraan lagi,” katanya. Antropolog Undip Budi Puspo, memaknai bus tidur bukan
lagi sekadar sarana transportasi, melainkan aktualisasi. ”Terutama, bagi
penggandrung medsos (media sosial). Bisa selfie (swafoto), fotonya dipasang di
grup,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023