;

Rekening Hasil Jual Beli Jadi Penampung Uang Judi

Ekonomi Yoga 15 Dec 2023 Kompas (H)
Rekening Hasil Jual Beli
Jadi Penampung Uang Judi

Judi daring merebak di Indonesia karena penggunaan rekening bank yang marak diperjual belikan. Kompas menemukan praktik jual beli rekening untuk menampung uang judi dan dipakai sebagai rekening samaran sindikat judi daring. Kaki tangan sindikat membeli berbagai rekening bank beridentitas asli untuk menampung uang deposit pejudi dan dicantumkan di situs-situs judi. Rekening-rekening samaran itulah yang menjadi tulang punggung judi daring di Indonesia. Senin malam (30/10) Agus merogoh buku tabungan BCA dan kartu ATM, dari sakunya lalu segera menyorongkannya. Agus menjual rekening itu seharga Rp 500.000, termasuk buku tabungan dan kartu ATM berikut PIN. Saat dicek di ATM, rekening masih aktif. Malam itu, Agus juga menyebut beberapa rekening berbagai bank di Indonesia lain yang dijual. Agus menyediakan rekening bank untuk berbagai keperluan, khususnya judi daring. Sindikat judi daring memanfaatkan berbagai rekening yang dibeli dari warga sebagai penampung awal uang deposit dari pemain judi. Rekening-rekening itulah yang dicantumkan di situs judi. Uang deposit (depo) adalah setoran saldo sejumlah uang yang ditransfer ke rekening di situs judi sebelum seseorang bermain judi. Besarnya bervariasi, mulai Rp 5.000 hingga jutaan rupiah. Setelah pemain mentransfer sejumlah uang ke rekening deposit, nominalnya tercatat di akun pemain di situs judi.

Rekening deposit yang menjadi penampung awal uang deposit tersebut diistilahkan sebagai rekening level ”bandar angkringan”. Dari situ uang yang terkumpul kemudian disetorkan ke bandar-bandar di level berikutnya. Rekening-rekening penampung uang deposit di level ”bandar angkringan” itu juga terpantau Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sepanjang 2023, PPATK mendeteksi ada 12.079 rekening penampungan deposit judi daring. Ribuan rekening itu dihimpun dari warga melalui praktik jual beli. Laporan dari penyelenggara dompet digital ke PPATK menyebutkan, 7.577 dompet digital dipakai sebagai penampung deposit judi daring. Analisis PPATK, pada periode tahun 2022-2023 saja, total uang deposit yang diraup situs-situs judi warga Indonesia Rp 34,5 triliun. Jumlah itu berasal dari 3.295.310 orang Indonesia yang berpartisipasi da- lam permainan judi daring dalam periode waktu yang sama. Saat ini PPATK telah menghentikan sementara transaksi atas 1.322 pihak yang terdiri atas 3.236 rekening, dengan total nilai saldo yang dihentikan transaksinya tersebut mencapai Rp 138 miliar. Menurut Ketua PPATK Ivan Yustiavandana, pihak yang menyampaikan surat keberatan atas pemblokiran tersebut kepada PPATK tidak lebih dari 1 %. Hal itu mengindikasikan pemblokiran PPATK tepat sasaran, yakni rekening terkait aktivitas ilegal judi daring. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :