Bank Terus Pacu Penjualan Aset Bermasalah
Perbankan berupaya mengoptimalkan penjualan aset-aset bermasalah, termasuk yang sudah hapus buku. Tujuannya untuk mempercantik rasio kredit bermasalah, sekaligus mendatangkan pendapatan non bunga.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, pendapatan nonbunga sejumlah bank dari hasil penjualan aset meningkat. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), misalnya, meraup cash recovery sebesar Rp 15,56 triliun, atau tumbuh 12,2% secara tahunan.
PT Bank Mandiri Tbk mengantongi Rp 5,6 triliun dari jualan aset bermasalah, meningkat 21,8%, PT Bank BNI mendapat Rp 2,95 triliun, atau tumbuh 2,9%. Sedang PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meraih Rp 370 miliar.
Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengatakan, pemulihan aset kredit BRI terus meningkat. Per November 2023 sudah naik 36,2% secara tahunan. Ada beberapa langkah yang dilakukan BRI untuk pemulihan aset, seperti lelang dan penjualan bulk. "Di 2023, BRI membukukan recovery lewat lelang dan mendapat Rp 2,5 triliun lebih," ujar Agus, Jumat (8/12).
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mengupayakan penjualan agunan kredit bermasalah dengan berbagai cara. Hasilnya, rasio kredit bermasalah BCA terlihat lebih cantik. Per September 203, rasio NPL BCA sebesar 2%, turun dari 2,2% di periode yang sama tahun lalu.
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA akan terus menjual aset bermasalah, menyalurkan kredit secara hati-hati dan menjaga pertumbuhan kredit berkualitas.
"Salah satu inisiatif BMRI memperbaiki rasio NPL adalah pelepasan aset bermasalah melalui mekanisme lelang. Lewat inisiatif ini, Bank Mandiri menargetkan prospek kredit semakin membaik dan stabil sampai 2024," kata Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Teuku Ali Usman.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023