Pasar Meragukan Cara Penanganan Corona
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus melemah. Kemarin, indeks saham merosot ke 4.456,75 setelah sempat mengalami trading halt. Sejak awal tahun, IHSG turun 29,25%, sementara nilai kapitalisasi bursa saham turun lebih dari Rp 2.000 triliun. Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) merosot 8,61% sejak awal tahun dan menjadi kurs dengan kinerja terburuk di Asia. Kemarin, kurs spot rupiah ditutup di Rp 15.173 per dollar AS.
Pelaku pasar tampak meragukan dan merespons negatif langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona. Apalagi, jumlah korban terus bertambah. Berdasarkan data Selasa (17/3), jumlah pasien positif corona bertambah 38 orang menjadi 172 kasus positif virus korona. Dari jumlah itu, sembilan pasien virus korona dinyatakan sembuh, dan tujuh pasien meninggal dunia. Situasi inilah yang membikin panik pelaku pasar. Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyebut, pemerintah sudah menerbitkan sejumlah kebijakan fiskal.
Setali tiga uang, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, ketegasan pemerintah saat ini dalam menangani corona sangat dibutuhkan. Namun Hans berpendapat lockdown bukan solusi terbaik. Alasannya, setiap negara memiliki karakteristik penduduk berbeda. Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah bergerak. Tapi komunikasi stimulus perlu diperbaiki supaya sepenuhnya sampai ke telinga masyarakat. Hans dan Wawan sepakat, pemerintah secara paralel memikirkan efek ekonomi setelah wabah ini bisa dikendalikan. Sebab dengan kondisi saat ini saja ekonomi global dan Indonesia tengah terancam. Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi berujar, penanganan usai Covid-19 bisa dikendalikan juga sangat penting. Ia menilai perlu ada stimulus dari pemerintah. Kepala Riset Trimegah Sekuritas Sebastian Tobing berharap, stimulus pajak bukan hanya ditujukan ke sektor tertentu, tapi ke semua sektor industri. Ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023